Pembukaan kemah perdamaian di Pantai Klui, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat -- MI/Yusuf
Pembukaan kemah perdamaian di Pantai Klui, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat -- MI/Yusuf (Yusuf Riaman)

Kemah Perdamaian Cegah Intoleran

kemah pemuda
Yusuf Riaman • 23 Januari 2018 10:35
Lombok: Sebanyak 200 mahasiswa dari 78 perguruan tinggi Islam se-Indonesia mengikuti kemah perdamaian pada 21-25 Januari 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peserta kemah yang diberi nama `Youth Camp for Peace Leaders 2018` itu mengampanyekan praktik-praktik Islam yang damai dan toleran.
 
"Kalian semua kekuatan yang luar biasa untuk kemajuan bangsa," kata Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi saat membuka acara di Pantai Klui, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Senin, 22 Januari 2018.
 
Majdi juga berpesan, agar jangan percaya jika ada orang yang mengatakan anak muda itu biang kerok masalah. "Jangan percaya karena sejarah tidak bicara seperti itu," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum kemerdekaan 1945, lanjut Majdi, pemuda yang menjadi pelopor sekaligus memprovokasi Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. "Untuk Indonesia, anak-anak muda itu solusi. Untuk Indonesia, anak-anak muda itu harapan. Untuk Indonesia, anak-anak muda kejayaan di masa yang akan datang," ujarnya.
 
Direktur Nusatenggara Centre Mataram Suprapto menjelaskan, 200 mahasiswa peserta kemah perdamaian sudah melalui tahap seleksi yang ketat. Mereka berhasil menyisihkan 2.650 mahasiswa yang ikut mendaftar.
 
Peserta kemah perdamaian adalah para mahasiswa semester tiga dan lima dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Islam Negeri, Institut Agama Islam Negeri, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, dan perguruan tinggi swasta yang ada di NTB.
 
Suprapto berharap, para mahasiswa bisa mengembangkan pengetahuan tentang nilai-nilai toleransi, perdamaian, bahaya konflik, dan pencegahan kekerasan serta ekstremisme, khususnya di kalangan mahasiswa. Selain itu, para mahasiswa juga diharapkan bisa membangun kesadaran dan kerja sama lintas organisasi dan komunitas, khususnya di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi keagamaan Islam.
 
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Kemah Perdamaian Lukman Hakim mengatakan selama kemah peserta mengikuti berbagai kegiatan. Di antaranya majelis harmoni, kunjungan ke gereja, pura, wihara, museum, Masjid Bayan Beleq, pesantren, dan pentas budaya.
 

(NIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif