Bandara Frans Seda Maumere (Foto:Antara/Rivan Awal Lingga)
Bandara Frans Seda Maumere (Foto:Antara/Rivan Awal Lingga) (Anggi Tondi Martaon)

Perluasan Bandara Frans Seda Maumere Terkendala Lahan

berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 07 Mei 2019 14:58
Jakarta: Rencana peningkatan kelas Bandar Udara (Bandara) Frans Seda Maumere, di Nusa Tenggara Timur (NTT), terkendala lahan.
 
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI meninjau Bandara Frans Seda Maumere di Sikka, NTT.
 
"Bandara Frans Seda Maumere ini nantinya bisa diubah menjadi bandara terbesar di NTT setelah Eltari Kupang, namun masih terkendala lahan," kata Fary, dikutip dpr.go.id, Selasa, 7 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan, kendala lahan perluasan Bandara Frans Seda Maumere cukup kompleks. Salah satunya, keterbatasan lahan untuk landasan pacu pesawat.
 
"Apabila diperpanjang runway-nya langsung berhadapan dengan jalan nasional dan perbukitan apabila diperlebar ke arah selatan," ungkap dia.
 
Meskipun begitu, Farry meminta agar permasalahan tersebut segera diselesaikan. Komisi V DPR RI akan memberi dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka menyelesaikan pembangunan perluasan Bandara Frans Seda Maumere.
 
Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI Saniatul Lativa. Menurutnya, pengembangan Bandara Frans Seda Maumere sangat bermanfaat bagi masyarakat.
 
"Tinggal pemerintah kabupaten menyiapkan pembebasan lahan dan dipastikan tidak ada masalah dengan pemilik lahan nantinya," tutur politikus Partai Golkar ini.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Wilhemus Sirilus meminta Komisi V DPR RI memberikan dukungan terhadap rencana pengembangan landasan Bandara Frans Seda. Salah satunya mengabulkan pengajuan anggaran.
 
"Komisi V harus bisa mendukung terkait anggaran yang sudah kami ajukan. Nantinya bandara ini bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Boing 737 seri 500/900 dan menjadi bandara kedua setelah bandara Eltari Kupang," ujarnya.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif