Kemenko PMK: Keberhasilan Pembangunan Nasional Cerminan Kesuksesan Daerah

Desi Angriani 14 September 2018 23:36 WIB
berita kemenko pmk
Kemenko PMK: Keberhasilan Pembangunan Nasional Cerminan Kesuksesan Daerah
gotong royong antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi syarat mutlak mewujudkan target pembangunan nasional - - Foto: dok Kemenko PMK
Denpasar: Seskemenko PMK Y. B. Satya Sananugraha membuka Pertemuan Konsolidasi Program dan Kegiatan Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Tingkat Nasional untuk Wilayah Tengah dan Timur Indonesia. Dalam pertemuan itu, Satya menyatakan gotong royong antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi syarat mutlak mewujudkan target pembangunan nasional.

“Ke depan masih banyak tugas-tugas yang harus kita selesaikan bersama. Untuk itu sinergi antara pusat dan daerah merupakan syarat mutlak dalam mencapai peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat 14 September 2018.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional merupakan agregasi dari keberhasilan pembangunan daerah. Artinya, proses pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat. Sebab itu, kegiatan konsolidasi tersebut dapat menjadi entry point dalam mengintensifkan upaya koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian.  


"Melalui pertemuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah pusat dan daerah dalam mengkonsolidasikan program dan kegiatannya di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan untuk kesejahteraan masyarakat," ungkap dia.

Ia menambahkan cukup banyak pencapaian pembangunan yang diraih selama tiga setengah tahun pemerintahan Jokowi-JK. Salah satunya adalah perbaikan kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang diukur melalui indikator kesehatan, pendidikan dan pendapatan.

Pada 2015, IPM Indonesia sebesar 69,55 naik menjadi 70,81 di 2017. Selain itu, ketimpangan pendapatan dari semula 0,402 pada 2015 turun menjadi 0,389 pada Maret 2018.

“Saat ini angka kemiskinan juga berada di angka satu digit, yaitu 9,82 persen dan pertama kali di bawah dua digit sejak krisis 1998,” paparnya.

Hadir pada pertemuan konsolidasi ini pimpinan dan perwakilan dari Bappeda, Bakesbangpol, Biro Kesra dan Asisten Daerah dari 14 provinsi di wilayah Tengah dan Timur Indonesia dan 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan bidang pembangunan manusia dan Kebudayaan di Provinsi Bali.



(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id