Ilustrasi, Pesta Kesenian Bali ke-40 di Denpasar, Bali, 23 Juni 2018. (ANT/WAHYU PUTRO A)
Ilustrasi, Pesta Kesenian Bali ke-40 di Denpasar, Bali, 23 Juni 2018. (ANT/WAHYU PUTRO A) (Antara)

Presiden Melepas Pawai Pesta Kesenian Bali

festival budaya
Antara • 15 Juni 2019 14:54
Denpasar: Presiden Joko Widodo melepas pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 Tahun 2019 di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, Sabtu, 15 Juni 2019. Presiden Jokowi tiba di Monumen Perjuangan Rakyat Bali pukul 14.15 WITA, mengenakan beskap cokelat dan udeng khas Bali.
 
Dalam rombongan Presiden antara lain Jan Ethes, yang mengenakan pakaian khas Bali warna putih dan udeng batik cokelat senada dengan pakaian ayahnya, Gibran Rakabuming Raka. Sementara Selvie Ananda, istri Gibran, mengenakan kebaya Bali warna cokelat muda. Anak kedua Jokowi, Kahiyang Ayu, dan suaminya Bobby Nasution juga hadir dalam acara itu.    
 
Ibu Negara Iriana Joko Widodo, mengenakan kebaya merah. Iriana lebih dahulu sampai di panggung, diiringi para istri menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja.
 
Kedatangan Presiden dan pejabat pemerintah seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung diiringi oleh 100 penari pendet dan baris gede.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden menandai pelepasan pawai PKB dengan pemukulan kulkul, yang kemudian disambut Tabuh Ketug Bumi persembahan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, sekaligus mengiringi maskot PKB Siwa Nataraja.
 
"Dengan memohon pada Ida Syang Hyang Widhi Wasa hari ini saya membuka pawai Pesta Kesenian Bali yang ke-41 tahun 2019 matur suksema," ucap Jokowi sebelum memukul kulkul.
 
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, PKB merupakan upaya membumikan Pancasila di Bali. "Di tengah dinamika politik, ada seni yang dapat menyatukan kita kembali. Melalui PKB mati kita kembangkan spirit kebersatuan dan kebhinekaan bangsa," kata Wayan.
 
PKB ke-41 mengusung narasi besar bayu sebagai unsur keempat, dari Panca Maha Bhuta yang merupakan refleksi energi yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Sehingga keberadaannya patut dijaga dan diberdayakan. Bayu dirumuskan menjadi sebuah tema inti yakni Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin. 
 
Tema tersebut bertujuan untuk mengimplementasikan visi pembangunan Bali 2018-2023, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Secara umum, konsep pawai masih tetap berlandaskan pada konsep penggalian, pembinaan, pengembangan, dan pelestarian.
 
Masing-masing peserta PKB bakal tampil selama tujuh menit, dan wajib menampilkan kekhasan budaya daerah masing-masing, serta garapan seni kolosal yang berhubungan dengan unsur angin.
 
Struktur materi pawai yang dibawakan oleh kabupaten/kota terdiri dari papan nama, lambang kabupaten/kota yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan.
 
Sebanyak 10 muda-mudi berbusana khas daerah masing-masing, 20 orang pasukan membawa tedung khas kabupaten/kota, gamelan khas kabupaten/kota, 100 orang menyajikan garapan kolosal yang merepresentasikan tema Bayu Pramana, dan 100 orang menyajikan garapan kolosal yang diangkat dari tradisi budaya khas daerah masing-masing kabupaten/kota. Termasuk juga ada perwakilan peserta dari luar negeri.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif