General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi mengatakan inovasi itu menggandeng PT Dufrindo Internasional. Areanya berlokasi di lahan seluas 298 meter persegi di terminal kedatangan. DFA beroperasi mulai Jumat, 13 April 2018.
Sebelum ada DFA, kata Suprayogi, wisatawan membawa kebutuhan mereka dari negara asal. Sehingga, itu mengakibatkan barang bawaan di kabin dari negara asal ke Indonesia cukup banyak.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Dengan adanya DFA, penumpang jadi lebih mudah. Karena mereka bisa membeli barang-barang kebutuhan itu sesaat setelah mendarat di Ngurah Rai," ungkap Suprayogi.
Area DFA masih masuk dalam kawasan terminal kedatangan atau restricted area. Sehingga petugas bea cukai perlu mengawasi area tersebut. Barang-barang yang dijual di antaranya makanan dan minuman ringan. Namun produknya berasal dari luar negara.
"Untuk membedakan barang yang dibeli di DFA dengan barang yang dibawa dari negara asal, kami menyediakan kemasan khusus untuk mempermudah identifikasi," kata Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai Robi Toni saat peresmian area DFA di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
