Desa Wisata Dikembangkan di Gianyar
Salah satu wisata air terjun di Desa Kenderan. Foto: Istimewa
Gianyar: Sumber mata air di Desa Kenderan, Tegallalang, Gianyar, Bali, sangat banyak. Sehingga, kawasan itu dikembangkan untuk menjadi tujuan wisata.

Desa Kenderan menjadi salah satu desa wisata yang diperkenalkan dalam festival holly water yang dipusatkan di Banjar Dukuh, Desa Kenderan, Tegallalang, Gianyar. Yang menarik saat festival ini digelar, panitia menyiapkan 11 jenis air suci. Dalam budaya Bali, air suci itu biasa disebut tirta. Air itu dituangkan dari dalam kendi untuk diberikan kepada para peserta.

Para peserta wisman juga diajak melihat 11 titik sumber mata air. Hal itu untuk mengenal lebih dekat sejarah dan tempatnya. Apalagi, masing-masing lokasi mata air memiliki cerita tersendiri.


Ketua Kelompok Sadar Wisata, I Made Arka mengatakan air suci atau holy water dipilih menjadi ikon wilayah ini karena memiliki 11 lokasi mata air suci. Mata air itu juga diyakini menjadi anugerah tersendiri bagi wilayahnya.

"Disamping dapat dikemas menjadi ikon, sekaligus menyatukan persatuan dan persaudaraan di antara warga Banjar, di wilayahnya ini ada kaitannya dengan sejarah desa dengan air yang melimpah sehingga ini dijadikan ikon dan juga untuk menyatukan seluruh warga desa," kata I Made, Minggu, 3 Juni 2018.

Desa Kenderan juga akan dikembangkan dengan wisata air terjun Purusa dan Pradana. Air terjun itu berada di bagian hulu dan hilir desa setempat. 

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan model pengembangan ini menjadi salah satu cara meningkatkan pariwisata di Bali, khususnya Gianyar. Ia tak berniat menjual tradisi kepada wisatawan, melainkan sebagai informasi terkait tradisi yang dimiliki berjalan dari masa ke masa dikalangan warga.

"Kita tidak menjual tradisi dan ini hanya menginformasikan, sudah berjalan alami dari masa ke masa, kecuali kita didikte untuk membuat susuatu kaitannya dengan budaya mungkin saja, tetapi ini alami, tradisi yang berjalan apa adanya," kata Oka.

Pengembangan desa wisata Kenderan juga diakui oleh Pemkab Gianyar. Pemerintah setempat juga mendukung dan memperkaya pusat-pusat tujuan wisata baik yang dikelola adat atau desa, serta pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, A. A. Ari Brahmanta menyambut baik adanya kesadaran masyarakat untuk mengembangkan wilayahnya. Menurut dia, ini merupakan bentuk branding wisata. Apalagi, Desa Kenderan kaya sumber mata air.

Berkaitan dengan wisata sejarah dan religius, ia menilai Kenderan cocok untuk dikembangkan sebagai desa wisata penyangga setelah desa wisata Ubud. "Di sisi lain, Festival ini diharapkan mampu menambah berbagai jenis promosi wisata di Gianyar," imbunya.

Ia berharap munculnya berbagai agenda wisata mampu memberdayakan warga lokal dan menambah pendapatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.



(AZF)