Perdagangan manusia.  Foto: Medcom.id
Perdagangan manusia. Foto: Medcom.id (Palce Amalo)

Pelaku Perdagangan Anak Ditangkap

perdagangan anak
Palce Amalo • 11 Juni 2019 13:23
Kupang: Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap dua pelaku perdagangan anak di bawah umur yang dikirim menjadi pekerja ilegal di Malaysia.
 
Dua pelaku yakni AD, 20, dan DS, 38, ditangkap di lokasi berbeda. Sedangkan korban MST, 16, dicegah Tim Satgas Antitrafficking Pemprov NTT saat akan bertolak dari Bandara El Tari Kupang menuju Malaysia melalui Batam.
 
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT AKB Anton Nugroho mengatakan, AD merekrut korban dari kampung halamannya di Desa Oelbubuk, Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan tanpa diketahui orang tua. Setelah direkrut, MST diserahkan ke DS untuk diproses keberangkatannya ke Malaysia menjadi tenaga kerja ilegal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"DS dapat fee Rp20 juta, dan diberikan kepada AD Rp3 juta, tetapi belum sempat diserahkan sudah ditangkap di bandara," katanya, melansir Antara, Selasa, 11 Juni 2019. 
 
Anton menuturkan, uang Rp20 juta tersebut diberikan oleh C dan satu orang lainnya di Malaysia berinisial E. Kedua orang itu, C dan E masih dalam proses penyelidikan. 
 
MST ditampung di sebuah rumah milik YN sebelum diberangkatkan. Proses keberangkatan MST menggunakan surat keterangan alamat palsu dan pembuatan paspor akan dilakukan di Batam.
 
"MST menggunakan surat keterangan domisili di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang tanpa ada tanda tangan lurah," ujarnya.
 
Dua pelaku perdagangan anak tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, dikenai Pasal 2 ayat 1, Pasal 6, Pasal 10 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif