Ilustrasi-- Penyelam melihat pemandangan bawah air di Pulau Menjangan di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Bali. (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean)
Ilustrasi-- Penyelam melihat pemandangan bawah air di Pulau Menjangan di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Bali. (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean) ()

Sampah di Manta Point Hanya Terjadi pada Puncak Musim Hujan

lingkungan sampah
09 Maret 2018 10:21
Jakarta: Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan video unggahan Rich Horner yang menunjukkan kondisi spot diving di Manta Point, Nusa Penida, Bali, penuh dengan sampah plastik yang mengapung. 
 
Jumlah sampah plastik yang begitu banyak membuat Horner beberapa kali harus menyibak arus untuk memudahkannya melihat pemandangan saat menyelam. 
 
Menanggapi hal tersebut Aktivis Lingkungan Leonard Lumanauw mengakui bahwa sampah plastik memang kerap menutupi spot diving di Manta Point. Namun hal tersebut hanya terjadi pada masa puncak musim hujan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang Bali dilanda hujan deras dari minggu-minggu sebelumnya dan itu hal biasa karena di musim hujan banyak sampah yang akan berkumpul di sana," katanya, melalui sambungan Skype, di Selamat Pagi Indonesia, Jumat 9 Maret 2018.
 
Leonard menduga video tersebut di ambil saat puncak musim hujan terjadi di Bali, kendati Rich Horner baru mengunggahnya pada 3 Maret 2018 lalu. 
 
Ia mengatakan spot diving di Manta Point memang berbentuk seperti teluk sehingga ada pertemuan arus yang kerap membawa plastik dan terakumulasi di titik tersebut.
 
"Dan biasanya sampah itu hanya 2-5 hari, setelah hari keenam dia akan hilang terbawa arus ke belahan bumi lain," katanya.
 
Meski kerap 'disinggahi' sampah, Leonard memastikan bahwa kondisi Manta Point saat ini sudah bebas dari sampah. Dari video yang ia ambil pada 8 Maret kemarin, tampak seekor ikan pari berenang bebas tanpa sampah di atas permukaan air. 
 
Ia mengatakan kebersihan laut terutama di spot diving Manta Point terus dijaga dengan membersihkan sampah dari pantai dan perairan. Tak hanya itu, ia bersama rekan penyelam di Bali kerap pula mengajak turis yang menyelam di lokasi tersebut untuk ikut memungut sampah di laut.
 
"Khusus penyelam profesional di Bali, kami selalu membawa mesh bag atau kantong jaring setiap penyelaman. Kita juga mengajak tamu kita yang menyelam untuk sama-sama mengambil sampah," ungkapnya.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif