Menteri Nasir Ancam Pidanakan Joki SBMPTN
Menristekdikti (Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi) Mohamad Nasir. (MI/Adam Dwi)
Bali: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, tidak akan mentoleransi kecurangan pada pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Termasuk kasus perjokian yang marak ditemukan setiap tahun.

"Kalau ditemukan saya sudah minta pada panitia, ini urusan negara jadi urusan pidana," ujar Nasir, saat meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Selasa 8 Mei  2018.

Menteri Nasir mengatakan, kementerian dan seluruh panitia pelaksana SBMPTN telah mengawasi dan mengawal mulai persiapan hingga pelaksanaan ujian.


"Ini pengawasannya ketat. Saya tidak mau ada celah," tegasnya.

Ia menuturkan bila mahasiswa atau pihak perguruan tinggi yang berbuat curang akan dipecat. Selanjutnya, diserahkan ke polisi untuk dipidanakan.

"Kita tidak akan mentoleransi kecurangan di perguruan tinggi. Kalau ada kecurangan akan kami pidanakan. Panitia juga akan dipidanakan. Karena ini sama saja membongkar rahasia negara," jelasnya.

Dalam kunjungan itu, Menteri Nasir didampingi ketua panitia pusat SBMPTN, Ravik Karsidi dan Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, I Nyoman Jampel, secara simbolis melakukan penyerahan soal dari panitia pusat SBMPTB ke panitia lokal untuk kemudian dibagikan pada peserta SBMPTN 2018.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id