Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal (Antara)

Buruh Krakatau Steel Demo Tolak Restrukturisasi

krakatau steel
Antara • 02 Juli 2019 13:33
Cilegon: Ribuan buruh sejumlah perusahaan yang bekerja di bawah PT Krakatau Steel (KS) unjuk rasa di depan gedung teknologi PT KS di Cilegon, Selasa, 2 Juli 2019. Mereka menolak rencana restrukturisasi dan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang ditempuh PT Krakatau Steel.
 
Aksi buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Baja Cilegon (FSBC) tersebut dimulai dari kawasan PT Krakatau Steel. Usai orasi di depan PT Krakatau Steel, buruh bergerak ke depan Kantor Pemerintah Kota.
 
Buruh yang juga tergabung dalam Serikat Buruh Krakatau Steel (SBKS) menolak rencana restukturisasi dan PHK sepihak karena akan mengancam masa depan buruh dan keluarganya. Buruh meminta PT Krakatau Steel meninjau kembali kebijakannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami khawatir terjadi PHK sepihak. Bagaimana nasib kami dan masa depan keluarga kami. Ini yang perlu dipikirkan oleh perusahaan," kata Ipin Saripudin salah seorang buruh yang mengikuti aksi tersebut.
 
Restukturisari dikhawatirkan berujung PHK ribuan buruh yang selama ini menggantungkan hidup dari perusahaan di bawah PT Krakatau Steel.
 
"Saya minta rencana ini dibatalkan, karena kenyataannya mulai 1 Juni 2019 sudah ada sekitar 529 karyawan outsourcing yang dirumahkan dari total 2.600 karyawan," kata koordinator unjuk rasa Muhari Machdum.
 
Muhari sudah bekerja sekitar 20 tahun sebagai pekerja outsourcing PT Krakatau Steel. Sebelumnya ia pernah juga menjadi karyawan organik di PT Krakatau Steel.
 
Namun, 2.600 karyawan outsourcing di bagian produksi baja PT Krakatau Steel direncanakan akan dirumahkan setelah Agustus 2019 dengan alasan efisiensi.
 
"Intinya kami menolak dirumahkan, apalagi di PHK sepihak. Kami dari serikat tidak pernah diajak bicara membahas persoalan ini," kata Muhari yang juga Wakil Ketua Umum Serikat Buruh Krakatau Steel (SBKS).
 
Ia menambahkan, sudah banyak karyawan outsourcing yang dirumahkan dengan alasan tidak jelas sejak 1 Juni 2019.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif