Peluncuran produk komersial perdana rubber airbag produksi industri dalam negeri di Cirebon, Jawa Barat, Senin, 8 April 2019. Medcom.id/Ahmad Rofahan
Peluncuran produk komersial perdana rubber airbag produksi industri dalam negeri di Cirebon, Jawa Barat, Senin, 8 April 2019. Medcom.id/Ahmad Rofahan (Ahmad Rofahan)

Indonesia Sudah Bisa Produksi Bantalan Peluncur Kapal

industri maritim
Ahmad Rofahan • 08 April 2019 15:29
Cirebon: Indonesia berhasil melakukan rekayasa teknologi material rubber airbag (bantalan peluncur di galangan kapal) buatan lokal. Bantalan karet yang digunakan untuk membantu menaikan dan menurunkan kapal dari galangan ini sebelumnya 100 persen impor.
 
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan PT. Samudera Luas Paramacitra merekayasa material. Inovasi produk rubber airbag ini memanfaatkan komoditas karet alam lokal.
 
“Inovasi rubber airbag atau bantalan peluncur kapal ini, digunakan pada industri perkapalan untuk membantu proses menaikan dan menurunkan kapal di galangan, baik dalam pembangunan kapal baru maupun reparasi kapal bekas,” paparnya dalam acara pengiriman Produk Komersial Perdana Rubber Air Bag Produksi Industri Dalam Negeri di Cirebon, Senin, 8 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Maret 2013) Indonesia memiliki kurang lebih 12.047 kapal yang harus direparasi di 240 galangan kapal seluruh Indonesia. Melihat potensi yang ada, produk rubber airbag lokal dapat membantu biaya reparasi dan pembuatan kapal baru.
 
“Karena biaya investasinya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan pembangunan galangan konvensional.  Selain untuk proses reparasi, bantalan peluncur kapal ini juga dibutuhkan dalam proses pembangunan kapal baru, khususnya guna mendukung program poros maritim dan tol laut yang dicanangkan sebelumnya,” ujarnya.
 
Hammam berharap dukungan kebijakan dari pemangku kepentingan untuk membuka pintu ekspor. Produk rubber airbag karya anak bangsa diharapkan tak hanya dikonsumsi industri dalam negeri.
 
"Perlu terus didorong serta didukung oleh kebijakan strategis, guna meningkatkan kemandirian dan daya saing industri nasional," tegasnya.
 
Direktur Utama PT SLP Martinus Limansubroto menyatakan pengembangan produk komersial rubber airbag perdana di indonesia. Ia menilai produk rubber airbag lokal ini sangat tepat bagi Indonesia sebagai salah satu produsen karet terbesar dunia.
 
Rubber airbag di sejumlah galangan kapal di Indonesia 100 persen impor dari Tiongkok. Martin menjami kualitas karet yang digunakan dalam pembuatan rubber airbag terbaik.
 
"Kami menggunakan standarisasi yang tinggi. Sehingga bahan bakunya juga yang terbaik,” ujarnya.
 
Pengiriman produk komersial perdana rubber airbag produksi dalam negeri dikirim ke dok kapal di Bangka. Produk yang dikirimkan berupa rubber airbag berdiameter dua meter dan panjang 12 meter.
 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif