Mendag Enggartiasto Lukita saat meninjau salah satu kafe lokal di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Aditya Prakasa.
Mendag Enggartiasto Lukita saat meninjau salah satu kafe lokal di Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: Medcom.id/Aditya Prakasa. (Aditya Prakasa)

Mendag Harap Kualitas Brand Lokal Sejajar Produk Impor

produk dalam negeri
Aditya Prakasa • 30 Mei 2019 20:03
Bandung: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku tak mampu membendung produk-produk luar negeri yang masuk ke Indonesia. Untuk menyiasatinya, Enggar mendorong penguatan brand lokal agar berdaya saing dan sejajar dengan produk impor.
 
"Dalam trade war (perang dagang) yang terjadi saat ini, ada dua (yang terjadi). Satu pelemahan ekonomi dunia yang mempengaruhi daya beli global, lalu kedua arus barang masuk," kata Enggar saat meninjau salah satu kafe lokal di Jalan Riau, Kota Bandung, Kamis, 30 Mei 2019.
 
Menurut Enggar, produk impor yang membanjiri pasar Tanah Air adalah produk-produk asal Tiongkok. Maklum, produk buatan Negeri Tirai Bambu itu memiliki harga yang terjangkau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah, tak bisa serta merta menghentikan arus masuk barang dari luar negeri. "Bisakah kita menghentikan brand asing masuk? Tidak bisa, karena kita sudah menjadi bagian perdagangan dunia," ungkap Enggar.
 
Oleh karena itu, sebut Enggar, pemerintah berharap produk-produk dalam negeri meningkatkan kualitas. Apalagi beberapa produk buatan Indonesia sudah menjadi pilihan masyarakat, bahkan mendunia.
 
Namun perlu perluasan, beberapa produk dalam negeri lainnya harus segera mengikuti dengan meningkatkan kualitas. Hal itu dimaksudkan agar produk-produk brand lokal bisa mendongkrak perekonomian Indonesia.
 
"Cara yang efektif ialah dengan mengisi market dalam negeri. Di awal saya termasuk bertanya soal Upnormal (kafe), tiba-tiba Upnormal melesat, menarik ini. Saya mencoba kemudian Bakso Budjangan, orang mengantre, ini menarik, inovatif. Konsumsi domestik harus didorong, tapi harus diisi produk lokal dan brand lokal, saya tidak anti asing, tetapi alangkah baiknya yang lokal berkembang," tegas dia.
 
Enggar bilang, pemerintah siap untuk mendukung perkembangan brand lokal. Terlebih bila produk-produk yang dihasilkan bisa diekspor ke luar negeri.
 
"Saya pernah bicara dengan mereka, saya bilang, sudah ekspor belum? Kalau belum, silakan ekspor. Kesulitannya apa, nanti saya bantu. Karena saya berkepentingan setiap dolar masuk, menambah devisa," ucap Enggar.
 
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif