Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, mengatakan tahun ini Pemerintah Jawa Barat telah membebaskan lahan di Gedebage untuk proyek itu. “Nanti di lahan tersebut akan ada badan air yang berfungsi untuk menanggulangi banjir,” ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil, di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (30/1/2016).
Selain mengatasi banjir, badan air tersebut juga akan menjadi bahan baku air minum Kota Bandung. Emil menuturkan Pemkot Bandung dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sedang meneliti apakah badan air ini akan dibuat seluas 10 hektare atau 15 hektare. “Itu nanti tergantung kedalaman. Jadi, masih kita perhitungkan,” kata Emil.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Emil menyampaikan pengerjaan danau raksasa ini akan dilakukan oleh BBWS atau Kementerian Pengerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan Pemerintah Kota Bandung akan membantu desain ruang sosialnya.
Emil berharap dua tahun ke depan bisa meresmikan danau raksasa itu. “Mudah-mudahan dalam dua tahun Kota Bandung bisa punya danau yang kelasnya sama seperti di Singapura,” ucap Emil.
Menanggapi hal itu, Direktur jenderal Sumber Daya Air PUPR, Mudjiadi menyambut baik rencana Emil membangun danau raksasa. “Kami akan menunggu proposal dari Pemkot Bandung,” ujar Mudjiadi.
Namun, ia menyampaikan rencana tersebut bisa terlaksana asalkan air sungai bisa bersih dari sampah. “Sungai harus bersih dulu baru bisa dibangun danau. Tidak boleh ada sampah. Maka harus ada edukasi ke warga agar tidak membuang sampah ke sungai,” kata Mudjiadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
