NEWSTICKER
Ilustrasi -- MI/Palce Amalo
Ilustrasi -- MI/Palce Amalo (Benny Bastiandi)

Musim Tanam Serentak, Permintaan Pupuk di Sukabumi Tinggi

pupuk subsidi
Benny Bastiandi • 05 Februari 2015 17:54
medcom.id, Sukabumi: Permintaan pupuk pada Januari 2015 di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, relatif tinggi. Kebutuhannya melebihi kuota dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Kondisi itu terjadinya akibat musim tanam yang tiba bersamaan.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi, Sudrajat, mengakui hal tersebut. Tingginya permintaan pupuk itu lantaran terjadi masa tanam serentak baik di wilayah utara maupun selatan Kabupaten Sukabumi.
 
"Permintaan pupuk urea bersubsidi pada awal tahun di Kabupaten Sukabumi memang cukup tinggi. Para petani secara serentak melakukan masa tanam," terang Sudrajat, Kamis (5/2/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data, kuota pupuk urea bersubsidi pada Januari sebanyak 5.444,75 ton. Namun, pada kenyataannya, pupuk yang disalurkan mencapai 6.284 ton. Alokasi pupuk bersubdisi untuk Kabupaten Sukabumi sendiri pada 2015 mencapai 41.544 ton.
 
"Untuk antisipasi, kami sudah meminta ke produsen agar menyediakan tambahan pasokan untuk musim tanam tahun ini," ujar dia.
 
Oleh karena itu, Sudrajat mengaku tak bosan-bosan mengingatkan setiap kios maupun distributor resmi pupuk bersubsidi agar akurat dalam melakukan pendataan kuota pupuk bagi para petani. Sebab, dikhawatirkan pada saat-saat tertentu, pupuk sulit diperoleh.
 
"Hasil evaluasi sepanjang 2014 lalu, ada dua waktu yang rentan sulit mendapatkan pupuk, yakni pada April-Mei dan November-Desember. Sulit itu karena ada tambahan lahan tanam, sebab kala itu yang mestinya masuk masa tanam jadi batal karena kondisi cuaca. Artinya, tambahan lahan masa tanam itu tidak teralokasikan pupuknya. Makanya di tahun 2015 ini, kami instruksikan kios maupun distributor agar akurat dalam mendata kebutuhan pupuk para petani," katanya.
 
Sementara, luasan lahan persawahan di Kabupaten Sukabumi mencapai 64.077 hektare. Luas sasaran tanam mencapai 156 ribu hektare dengan luasan realisasi panen 154 ribu hektare. "Untuk tingkat produktivitas paagi rata-rata mencapai 6,4 ton gabah kering giling (GKG) per hektare dan 38,5 ton GKG pagi gogo," tambah Sudrajat.
 
Manager Humas PT Pupuk Kujang Cikampek, Ade Cahya Kurniawan, mengatakan siap memenuhi stok kebutuhan pupuk bersubsidi di Jawa Barat. Pupuk Kujang Cikampek sudah menyiapkan stok pupuk urea sebanyak 60 ribu ton. Stok tersebut sudah tersebar di seluruh Gudang Lini III yang ada di seluruh Jawa Barat.
 
"Khusus untuk wilayah Sukabumi, stok yang tersedia di Gudang Lini III sebanyak 1.000 ton urea. Cukup untuk 2-3 minggu ke depan," ujarnya, belum lama ini.
 

(BOB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif