Khasnya, Nasi Jamblang ini dibungkus menggunakan daun jati. Metrotvnews.com menyicipi Nasi Jamblang di Warung Meri. Wanita paruh baya itu mengaku sudah menjual Nasi Jamblang sejak 1998.
"Nasi Jamblang saya lebih dikenal dengan Nasi Jamblang Kolektoran," kata Meri kepada Metrotvnews.com, di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (13/2/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut Meri, penamaan tersebut diambil dari nama jalan yang digunakannya untuk berjualan, yaitu jalan kolektor. Lauk yang disediakan sebagai teman nasinya cukup beragam, mulai dari tempe goreng, telur puyuh, goreng paru, telur dadar, perkedel dan lainnya.
"Totalnya ada 27 macam lauk yang ada," ujar dia.
Dengan tenda seadanya, Nasi Jamblang Kolektoran ini cukup banyak peminatnya. Buka pukul 17.00 WIB, Nasi Jamblang Bu Meri sudah ludes terjual dalam waktu tiga jam.
Salah satu wisatawan asal Yogyakarta yang ditermui metrotvnews.com, mengaku penasaran dengan rasa nasi jamblang yang sudah sering ia dengar. Menurutnya, nasi jamblang cukup unik, terutama dari bahan yang digunakan untuk membungkus nasi. Selain itu, sambelnya juga khas dan enak.
"Sambelnya enak, tidak terlalu pedas, tapi rasanya enak banget," ujar Ferdhy, wisatawan asal Yogyakarta.
Hal senada juga disampaikan pengunjung dari Yogyakarta lainnya, Anton. Menurut dia, Nasi Jamblang Kolektoran ini memiliki rasa yang khas. Tempat yang sederhana dan berada di pinggir jalan raya menjadikan kuliner khas Cirebon ini mudah untuk didapat.
"Rasanya enak dan banyak pilihan lauknya. Harganya juga terjangkau," kata Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(TTD)
