Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, M Abdul Majid Ikram, mengatakan peredaran uang palsu di Cirebon cukup tinggi, bahkan ada uang dengan nominal Rp5.000 dan Rp2.000.
"Tertinggi masih nominal Rp100 ribu, tapi tren pemalsuan Rp5.000 juga sudah mulai banyak," ujar Majid, saat ditemui di kantornya, Jumat (30/10/2015).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pada januari-Oktober 2015 ini, peredaran uang palsu di Cirebon mencapai Rp716.597. Dari jumlah tersebut, pecahan uang palsu Rp5.000 terdapat 225 lembar dan Rp2.000 satu lembar.
"Total uang palsu nominal Rp5.000 berjumlah Rp1.125.000," kata Majid.
Majid mengingatkan kepada masyarakat, untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan nominal besar. Dia menyarankan, agar masyarakat menggunakan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) untuk lebih mengetahui keaslian uang tersebut.
"Lebih saya sarankan lagi, bila akan melakukan transaksi dengan nominal cukup besar. Gunakan transaksi nontunai, sehingga tidak menjadi korban pemalsuan uang," ujar Majid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
