Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa Johozua M Yoltuwu menyampaikan, pendirian BUMDes Bersama untuk mengurangi peran dan dominasi tengkulak serta melindungi ekonomi desa terhadap persaingan pemodal besar.
"BUMDes Bersama yang kami resmikan ini masih pra-launching. Nanti ada peresmiannya secara nasional yang dilakukan oleh Pak Menteri Desa" tutur Johozua, saat meresmikan BUMDes Bersama se-Kabupaten Karawang beserta soft launching Desa Smart di Kecamatan Teluk Jambe Timur, Karawang, kemarin.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Selain itu, lanjut Johozua, BUMDes Bersama akan menjadi sentra koordinasi kegiatan pemberdayaan ekonomi desa agar terbentuk jaringan pemberdayaan yang baik.
"Karena itu, kami juga akan bekerja sama dengan Perum Pegadaian. Kami minta Pegadaian nantinya masuk ke desa lewat produk-produknya seperti gadai emas, tabungan emas, dan lain-lain," tutur Johozua.
Terkait dengan Desa Smart, Johozua berharap Desa Smart mampu membentuk jaringan usaha antardesa yang terkoneksi secara nasional.
Direktur Pembangunan Ekonomi Kawasan Pedesaan Kementerian Desa Faizul Isom menambahkan Desa Smart ialah tahapan awal untuk membentuk BUMDes Bersama yang seluruh sahamnya dimiliki oleh desa. Karawang menjadi proyek percontohan.
"Desa Smart ini salah satu unit usaha BUMDes Bersama. Jadi separuh produk yang dipasarkan di BUMDes Bersama adalah produk dari teman-teman anggota BUMDes Bersama," kata Faizul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
