Pasar Kosambi, Kota Bandung. Foto: Antara/Agus Bebeng
Pasar Kosambi, Kota Bandung. Foto: Antara/Agus Bebeng (Nurbany)

Pedagang Pasar Kosambi Tak Mogok Jualan Daging Sapi

sapi
Nurbany • 21 Januari 2016 22:51
medcom.id, Bandung: Omzet pedagang daging sapi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, turun 50 persen. Hal ini disebabkan karena harga jual daging sapi terlalu mahal.
 
Amas, 50, salah seorang penjual daging di Pasar Kosambi mengatakan, mahalnya harga beli daging sapi berdampak terhadap kemampuan pedagang menyediakan stok daging. Amas menuturkan biasanya ia mendapat omzet dari satu kuintal daging, namun kini hanya berasal dari 50 kilogram.
 
Menurunnya omzet, kata dia, juga tidak terlepas dari sepinya pembeli. “Sejak harga naik, masyarakat jadi memilih membeli lauk yang lebih murah. Ya, wajar karena harga daging sapi juga terlalu mahal,” ujar Amas, Kamis (21/1/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Amas mengatakan harga jual daging sapi di Pasar Kosambi saat ini berada di kisaran Rp125.000 sampai Rp130.000 per kilogram. “Tergantung kualitas dagingnya,” kata dia.
 
Meski omzet menurun, pedagang daging di Pasar Kosambi memutuskan untuk tetap berjualan. Menurutnya, pedagang daging sapi di Pasar Kosambi tidak akan mogok jualan.
 
“Tapi kami persingkat waktunya. Biasanya jualan dari pukul 04.00 sampai pukul 14.00 WIB. Tapi sudah tiga hari ini kami jualan dari pukul 04.00 sampai pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Karena nggak ada yang beli. Dari pada diam di sini, lebih baik pulang,” ucap Amas.
 
Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com, pada pukul 14.00 WIB kios daging sapi di Pasar Kosambi sudah sepi pedagang. Dari delapan kios yang ada, hanya satu kios yang masih berjualan.
 
Lebih lanjut, Amas mengatakan hingga saat ini belum ada surat edaran dari Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia (Apdasi) Kota Bandung untuk melakukan aksi mogok jualan.
 
Sebelumnya, sejumlah pedagang daging sapi di Bandung, Jawa Barat, mogok berjualan pada Rabu, 20 Januari. Mereka kesal lantaran pemberlakuan pajak harga daging sapi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif