Pantaun Metrotvnews.com, tumpukan debu yang ada di sekitar tongkang dan pelabuhan terhisap ketika dilewati mobil itu. “Mobil ini sebenarnya salah satu dari beberapa perbaikan yang sudah kita dilakukan,” ujar Manager Operasi Pelindo II Cirebon, Yossianis Marciano, Selasa (5/1/2015).
Pelindo II Cirebon juga menyiram debu pada setiap aktivitas bongkar muat. Alat ini digabungkan pada ekskavator yang melakukan bongkar muat. Ketika melakukan aktivitasnya, beberapa sisi ekskavator akan mengeluarkan air untuk menyiram batu bara yang akan dibongkar. “Selain itu, setiap sisi tongkang juga ada pancuran air yang mengarah ke atas untuk menangkap debu-debu yang berterbangan,” kata Yosi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Beberapa langkah lain yang sudah dilakukan Pelindo II adalah memindahkan timbangan batu bara yang berdekatan dengan masyarakat, menutup tiga dermaga batu bara, dan melarang adanya lapangan penumpukan. “Sudah tidak ada lagi lapangan penumpukan batu bara di Pelabuhan Cirebon,” kata Yosi.
Menanggapi masih banyaknya masyarakat Kota Cirebon yang menginginkan penutupan bongkar muat batu bara ini, Yosi mengaku menghormati karena itu adalah bentuk aspirasi masyarakat. “Aksi masyarakat tetap kita hormati karena itu bentuk aspirasi mereka,” ujar Yosi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
