Ilustrasi pengeroyokan - Medcom.id.
Ilustrasi pengeroyokan - Medcom.id. (Rizky Dewantara)

Satu Keluarga Asal Jakarta Jadi Korban Pengeroyokan di Cisarua

kekerasan
Rizky Dewantara • 09 Juni 2019 12:52
Bogor: Satu keluarga asal Jakarta Timur yang terdiri dari enam orang dan seorang bayi menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum warga di kawasan Kampung Baru, Cibereum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 8 Juni 2019 petang. Raden Nurhadi salah seorang korban mengatakan kejadian bermula saat mobil yang dikendarainya bersama keluarga hendak ke Villa Angkasa Cisarua dan melintasi jalur alternatif. 
 
Saat berada di jalur alternatif, mobil yang dikendarai Raden disalip secara tiba-tiba oleh mobil di belakang sambil membunyikan klakson. Raden kemudian membalas klakson mobil tersebut.
 
"Mobil itu nyalip dan jalan terus seperti enggak ada apa-apa. Tapi kemudian mobil itu berhenti malang jalan di Kampung Baru. Lalu penumpang mobil itu membuka paksa pintu mobil kami dan memaksa kami untuk turun. Tiba-tiba warga lain sekitar 10 orang lebih langsung berkerumun mengeroyok," kata Raden saat dihubungi Medcom.id, Minggu, 9 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Satu Keluarga Asal Jakarta Jadi Korban Pengeroyokan di Cisarua
Mobil yang dikendarai Raden dirusak oknum massa saat pengeroyokan. Dok: Istimewa.
 
Raden menjelaskan saat pengeroyokan terjadi ayahnya saat itu sedang sakit stroke. Namun warga tetap melancarkan sejumlah tendangan dan pukulan. Bahkan, sang ibu yang mencoba melerai ikut diinjak oleh oknum warga.
 
"Kami sekeluarga mengalami luka di bagian kaki, wajah, dan tangan. Di antaranya, saya, ayah saya Hadiawan, 60, Nuni Mulyati, 55, Hadisofyan, 19, Agus, 28, dan Rizki, 26," ungkap Raden.
 
Menindaklanjuti hal tersebut, kemudian pada malam hari Nurhadi beserta keluarga mendatangi Polsek Cisarua untuk membuat laporan, namun setibanya di Polsek sejumlah massa terlihat berkerumun dan meminta kesepakatan damai.
 
Tetapi dari pembicaraan yang difasilitasi Kapolsek Cisarua Kompol Nur Ikhsan hingga dini hari tidak membuahkan kesepatatan.
 
"Dari pertemuan itu tidak ada titik temu (kesepakatan. Untuk saat ini kami masih menunggu hasil visum yang keluar dalam tiga hari ke depan. Setelah itu kami akan melakukan laporan ke Polsek Cisarua," jelas Raden.
 
Sementara Nur Ikhsan mengatakan sudah menerjunkan anggotanya untuk memeriksa sejumlah saksi di lokasi. Polisi juga akan melakukan tindaklanjut langkah hukum setelah menerima laporan dari korban.
 
"Saya sudah memerintahkan anggota untuk mengecek ke lokasi kejadian guna menindak pelaku," ungkap Nur Ikhsan kepada Medcom.id.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif