Ridwan Kamil Luncurkan Tim Saber Hoaks

Roni Kurniawan 07 Desember 2018 12:42 WIB
Ridwan Kamil Luncurkan Tim Saber Hoaks
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan sambutan di acara Launching Tim Jabar Saber Hoaks di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 7 Desember 2018.
Bandung: Gubernur Jawa Barat secara resmi meluncurkan tim sapu bersih hoaks atau Saber Hoaks. Tim Jabar Saber Hoaks akan bekerja guna menangkal berbagai informasi atau berita bohong yang meresahkan masyarakat.

Tim Jabar Saber Hoaks tersebut menjadi lembaga di Jabar yang paling depan untuk memutus mata rantai berita atau informasi bohong yang akan menyebar ke masyarakat terutama melalui media sosial. 

Menurut Ridwan Kamil, kehadiran tim tersebut diharapkan bisa memberikan rasa nyaman bagi masyarakat terutama saat menggunakan media sosial. Pasalnya diakui pria yang karib disapa Emil ini, masyarakat terbiasa hanya membaca judul sebuah berita atau informasi tanpa membaca secara utuh isinya.

"Orang-orang Indonesia hanya sanggup 20 detik membaca berita, kadang dibaca hanya judulnya saja, isinya tara dibaca. Sehingga Jabar Saber Hoaks itu menjadi lembaga pemverifikasi berita," ujar Emil saat sambutan Launching Tim Saber Hoax di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat 7 Desember 2018.

Emil menuturkan, Jabar Saber Hoaks yang berada diibawah komanda Dinas Komunikasi dan Infornasi (Diskominfo) Jabar tersebut akan bekerja selama 24 jam dan memberikan report satu minggu sekali terkait berita atau infornasi hoaks. Tim tersebut pun dilengkapi dengan beberapa software yang canggih untuk mendeteksi sebuah berita atau informasi.

"Hoaks tidak hanya tulisan, ada juga hoaks foto. Lembaga ini akan rutin tiap minggu memberitakan, mana berita-berita hoaks perminggu, akan proaktif menyampaikan," sambungnya.

Emil pun berharap peran masyarakat semakin aktif untuk tidak langsung percaya terhadap berita atau informasi yang diterima. Terlebih, lanjut Emil, saat ini banyak pemberitaan di beberapa media yang diragukan kredibilitasnya dalam menyampaikan informasi.

"Warga cek dulu di media ternama, jika tidak ada itu tidak fakta. Kalau fakta pasti berita itu ada di media-media besar," bebernya.

Lembaga itu pun akan tidak difungsikan jika Jabar telah bersih dari berbagai berita atau informasi bohong. Hal itu menjadi tolak ukur bagi Pemprov Jabar untuk keberhasilan tim Jabar Saber Hoax.

"Ukurang keberhasilan satu, kalau lembaga ini tidak diperlukan berarti masyarakat sangat maju, tinggi peradaban literasinya," tandas Emil.

Sementara itu, bagi masyarakat yang hendak melaporkan berita atau informasi yang diragukan kebenarannya, maka bisa menyampaikannya melalui hotline whatsapp 082118670700, line @jabarsaberhoaks, Instagram @jabarsaberhoaks, dan twitter @jabarsaberhoaks.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id