Jenazah dua saudara kandung, korban tsunami, di Banten tiba di rumah duka di Tangerang Selatan, Minggu malam, 24 Desember 2018, Medcom.id - Farhan Dwi
Jenazah dua saudara kandung, korban tsunami, di Banten tiba di rumah duka di Tangerang Selatan, Minggu malam, 24 Desember 2018, Medcom.id - Farhan Dwi (Farhan Dwitama)

Jenazah Korban Tsunami Tiba di Ciputat

Tsunami di Selat Sunda
Farhan Dwitama • 24 Desember 2018 10:00
Tangerang Selatan: Puluhan santri membawa jenazah dua korban tsunami memasuki rumah duka di Perumahan Bukit Nusa Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Mereka meninggal setelah tsunami menerjang kawasan pantai di Banten pada Sabtu malam, 22 Desember 2018.

Dua korban merupakan saudara kandung yaitu Nihla, 11 dan Muhammad Zein, 3. Keluarga menyambut kedatangan jenazah yang merupakan anak dari pasangan suami istri Abror dan Siti Nur Alfisyah.

“Alhamdulillah, keempat anak pak Ustad sudah ditemukan, dua selamat dan dua meninggal dunia,” kata Juliyarto, tetangga Abror, Senin, 24 Desember 2018. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Juliyarto mengatakan Abror dan keluarga berlibur di Pantai Carita. Ia ke objek wisata itu bersama empat rombongan keluarga lain di kompleks tersebut.

"Total dari sini (perumahan Bukit Nusa Indah) itu ada 15 orang dari 4 keluarga, yang sudah dipulangkan tiga jenazah, Arfiani Safitri, Nihla dan M Zein. Ini korban meninggal,” terang dia. 

Juliyarto mengatakan masih banyak rombongan yang belum ditemukan. Satu di antaranya istri Abror.


(Marka wisata Tanjung Lesung yang rusak berat akibat empasan tsunami pada Minggu, 23 Desember 2018, MI - Susanto)

"Kami berdoa selamat, dan bisa segera di temukan. Mohon doa dari semuanya” harap Juliyarto.

Jenazah Afriani pun sudah tiba di rumah duka di Perumahan Bukit Nusa Indah pada Minggu malam, 23 Desember 2018. Keluarga menyemayamkan jenazah di perumahan tersebut.

Pelayat berdatangan. Keluarga berencana memakamkan almarhum di kampung halamannya di Batam, Kepulauan Riau.

"Akan di makamkan di Batam, rencanaya sebelum jam 06.00 WIB sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Abdul Hamid, ayah Safitri.

Sebanyak empat keluarga berangkat ke Carita. Total anggota rombongan yaitu 15 orang. Keberangkatan mereka ke Carita untuk berlibur.

"Pak Abror berenam, Pak Sudir 3 orang, Pak Matori 3 orang, dan Catra bersama istrinya,” kata Agus Priyono, warga Perumahan Bukit Nusa Indah.

Lihat video:



(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi