Kemitraan Bekasi-DKI Jakarta

Dana Kemitraan Akan Digunakan untuk Bangun Jalan Layang

Antonio 22 Oktober 2018 15:44 WIB
tpst bantar gebang
Dana Kemitraan Akan Digunakan untuk Bangun Jalan Layang
Petugas memindahkan sampah dari gerobak ke truk untuk dibawa ke TPST Bantargebang, MI - Ramdani
Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menggunakan dana kemitraan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun jalan layang. Jalan tersebut akan menjadi akses keluar masuk truk sampah dari DKI Jakarta menuju tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adihanto, Senin, 22 Oktober 2018. Bekasi, ujar Tri, merupakan daerah rekanan untuk Pemprov DKI Jakarta. Termasuk, kerja sama di TPPS Bantargebang.

Bekasi memiliki lahan untuk pembuangan sampah. Pemprov DKI membuang sampah-sampah mereka ke TPPS tersebut. Sebagai bentuk kemitraan, DKI memberikan sejumlah uang dalam kerja sama itu.


"Pada saat Pak Jokowi (Joko Widodo) dan Pak Ahok (Basuk Tjahaja Purnama) semasa masih jadi Gubernur DKI, mereka selalu memandang menyelesaikan persoalan Jakarta itu juga harus menyelesaikan persoalan Bekasi. Termasuk ada busway sampai ke Bekasi," ungkap Tri di Bekasi.

Begitu pula dengan TPST Bantargebang. Dua pemimpin tersebut menyediakan anggaran untuk menangani TPST dan beberapa hal lainnya. Pada zaman Gubernur Jokowi, Bekasi mendapat dana kemitraan sebesar Rp40 miliar.

Baca: Dana Hibah yang Diminta Pemkot Bekasi Berlebihan

Lalu pada pemerintahan Gubernur Ahok, Bekasi mendapat dana kemitraan sebesar Rp316 miliar Bekasi tak hanya menggunakan dana itu untuk kebutuhan tempat pembuangan sampah. Tapi, Bekasi juga menggunakan dana itu untuk membangun jalan layang (flyover) Rawa Panjang dan Cipendawa.

Pembangunan dua jalan itu termasuk dalam 41 poin perjanjian kerja sama (PKS) Pemprov DKI dan Bekasi. Menurut Tri, itu untuk mengatasi konsekuensi dari pembuangan sampah warga DKI ke Bekasi.

"Jalan layang itu dilewati truk-truk sampah dari DKI ke Bekasi," ujar Tri,

Jadi truk sampah yang melewati gerbang tol Bekasi Barat dan Jatiasih tak lagi terjebak macet di simpang jalan. Bahan bakar jadi efisien. Onderdil pun tahan lama.

Bagi warga Kota Bekasi, tak ada lagi air atau sampah yang berceceran dari truk di jalan. Kepadatan lalu lintas dapat dikurangi.

Baca: Pemprov DKI tak Akan Gubris Permintaan Bekasi

"Bayangkan kalau misalnya itu tidak dilanjutkan, kemudian beban lalu lintas semakin padat. Pasti kita tidak akan mungkin membuka Bekasi Barat untuk dilalui alat transportasi sampah," tuturnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id