Rizky jadi Korban Serangan Salah Sasaran

Octavianus Dwi Sutrisno 23 Oktober 2018 09:04 WIB
pembunuhankekerasan
Rizky jadi Korban Serangan Salah Sasaran
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Depok: Rizky Ramadhan meregang nyawa setelah dibacok sekelompok pelajar SMK di Jalan Punak, depan Pangkalan Jati Golf, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. Yahya, 43, ayah dari pelajar bernasib nahas, menyebut anaknya dikenal sopan dan pendiam.

Yahya mendapat kabar buruk soal anaknya dari dua orang petugas keamanan rumah sakit yang datang ke rumah pada Sabtu, 20 Oktober 2018.

"Saya langsung kepikiran anak saya, dan berusaha bertanya apa yang menimpa Rizky, tapi mereka enggan menjelaskan," ucap Yahya tak kuasa menahan kesedihan di Mapolsek Limo, Cinere Senin 22 Oktober 2018.


Firasat buruk melanda pemikiran Yahya hingga saat itu. Dia langsung secepat kilat memacu motor ke RS Fatmawati. Yahya sontak kaget merangkul jasad anaknya saat dibawa ke kamar jenazah.

"Enggak kuat saya menahan sedih dan menangis keluarga berdatangan menengok, saya bilang Rizky sudah enggak ada," jelasnya.

Yahya sempat bertanya ke kepada teman-teman Rizky ihwal perilakunya di sekolah. Menurut rekannya, korban santun dan tidak pernah memiliki masalah dengan siapa pun.

Sementara itu, Gofur Paman korban mengaku sempat kaget ketika mendengar kabar kematian keponakannya itu. Menurut informasi yang diterima Rizky menjadi korban salah sasaran penyerangan kelompok pelajar dari salah satu SMK.

"Ponakan saya waktu itu, habis nonton futsal dia pulang bersama empat temannya, saat tiba di Jalan Punak, Pangkalanjati, tiba-tiba mereka bertemu dengan sekelompok pelajar lain yang langsung menyerang," tandasnya.

Gofur meminta pihak kepolisian menindak tegas dan memberikan hukuman yang setimpal bagi seluruh pelaku tawuran tersebut.

Sementara itu Kapolsek Limo Kompol Muhamad Iskandar menambahkan pihaknya telah mengamankan 11 pelaku. Salah satu di antaranya terbukti membacok rekan Rizky.

"Kedua teman korban yang tewas (Rizky) kini sudah rawat jalan dan sudah membaik. Motif dugaan pelaku menyerang korban bukan tawuran namun salah sasaran. Pelaku menganggap rombongan korban ini adalah musuh dari kelompok pelajar lain," katanya.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id