"Sejak 10 tahun lalu, saat saya mulai menjabat kepala dinas, saya sudah kasih tahu kalau air Citarum ini bahaya, dibuktikan dengan kualitas airnya yang menurun," kata Anang di sela-sela 'Bebersih Citarum' di daerah aliran sungai (DAS) Citarum Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 27 April 2018.
Anang menyatakan, mengatasi persoalan pencemaran lingkungan di Citarum, khususnya sampah adalah dengan memilahnya. Hal itu, kata dia, setidaknya dapat mengurangi permasalahan yang selama ini sering terjadi di sungai terpanjang di Jawa Barat ini.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Di tempat yang sama, Aster Kasdam III Siliwangi Kolonel Adri menyatakan, kegiatan 'Bebersih Citarum' ini akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu dengan melibatkan sebanyak 300 orang dari para penggiat lingkungan dan anggota TNI.
"Mayoritas sampah di sini adalah stereofoam, plastik, dan botol plastik. Namun, paling banyak adalah gulma dan eceng gondok," tuturnya.
Selain sampah, Adri tidak membantah jika terdapat limbah pabrik yang dibuang ke DAS Citarum Kecamatan Batujajar yang penindakannya dikoordinasikan bersama Polda Jawa Barat dan Dinas Lingkungan Hidup.
"Bahkan anggota kami langsung mengalami gatal-gatal dan harus dibawa ke rumah sakit setelah turun langsung mengecek ke aliran sungai tersebut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
