Korban Bacok Begal Bekasi Punya Modal Silat
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
Bekasi: Irfan, 19, korban begal di Jembatan Summarecon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, ternyata memiliki kemampuan bersilat. Dengan modal silat ini pula dia menyerang balik begal yang menyasarnya.

Ditemui di kediaman pamannya yang ada di wilayah Bekasi Timur, Irfan, masih terlihat penuh luka yang sudah kering. Benang jahitan luka berwarna hitam, masih terlihat di wajah dan tangannya.

Ia duduk di kursi di teras rumah pamannya dengan santai. Irfan menggunakan kemeja berwarna hitam dan sarung.


Irfan adalah korban perampokan yang berani untuk melakukan perlawanan kepada pelaku yang menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Pria asal Madura, Jawa Timur, ini sedang libur di rumah keluarganya yang ada di Kota Bekasi. Dia tinggal di Pamekasan, Madura. Di kampung halamannya pula ia belajar silat.

Walau terbukti berani melawan dua begal bersenjata tajam, Irfan terkesan merendah. "Belum lama (berlatih silat), baru-baru ini," kata dia di Bekasi, Selasa, 9 Mei 2018.

Baca: Kronologi Begal di Bekasi Dibacok Korban

Kisah Irfan lumpuhkan begal

Kala itu, kata dia, ia dan teman-temannya pergi ke Alun-Alun Kota Bekasi setelah salat tarawih. Ia dan teman-temannya pulang dan mampir ke landmark Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani bersama satu orang saudaranya.

Sesampainya di sana, ia berswafoto. Setelahnya, lanjut foto di atas jembatan Summarecon (Jembatan KH. Noer Alie).

Saat baru beberapa menit, dia didatangi dua orang yang tidak ia kenal. Satu di antaranya turun sambil mengangkat celurit dan meminta telepon sepupu Irfan, AR. Karena takut, AR memberikan telepon genggam miliknya.

Selanjutnya, orang yang mengarahkan celurit bersama temannya mendatangi Irfan dengan maksud yang sama. Yang memegang celurit, jelas Irfan, badannya tinggi dan berisi. Setidaknya berpostur lebih besar dari Irfan.

Baca: Polisi Dalami Pembacokan Dua Korban Begal

Saat diancam, Irfan tidak langsung memberikan telepon miliknya. Dia dibacok dua di bagian bahu dan tangan sebelah kiri.

Karena kabur pun sudah tidak bisa, ia langsung menjatuhkan pelaku perampokan untuk melindungi diri. Dia menendang kaki pelaku satu kali hingga terjatuh.

Saat terjatuh, celurit yang ada di tangan pelaku mengenai bagian wajah dan tangan Irfan. Kemudian ia langsung mengambilnya dan membacok pelaku untuk melindungi diri.

Hingga akhirnya rekan pelaku datang membawa sepeda motor untuk kabur.

Sebelum kedua pelaku kabur, Irfan meminta handphone sepupunya yang telah diambil dan mereka pun memberikannya. Ia bersama sepupunya langsung ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis atas luka bacok yang diterimanya.

Setelah itu ia melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota.

Baca: Korban Begal Ditetapkan Jadi Tersangka



(SUR)