BPTJ Buka Rute Bus Tangerang-Bandara Soetta
Bus Jabodetabek Airport (JA) Connexion resmi diujicoba untuk mengangkut penumpang dari Kota Tangerang menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Tangerang: Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meresmikan tiga unit bus Jabodetabek Airport (JA) Connexion untuk mengangkut penumpang dari Kota Tangerang menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Bus dengan kapasitas 36 kursi dan dilengkapi wifi itu akan melayani trayek Tang City-Bandara Soetta delapan kali dalam sehari.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, trayek ini merupakan transportasi massal pertama di Tangerang yang melayani rute Bandara Soetta. Dengan adanya transportasi ini, masyarakat Tangerang tak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara.

Bambang menambahkan, pihaknya sengaja membuat trayek Tang City-Bandara Soetta untuk mempermudah aktivitas masyarakat, kehadiran JA Connexion di Tang City juga dapat menggerakkan potensi ekonomi di Tangerang.


"Karena itu kami hadirkan bus di permukiman dan mal, sehingga masyarakat diberi kemudahan dan pergerakan ekonomi," kata Bambang di Tang City, Tangerang, Jumat, 7 Desember 2018.

Bambang menjelaskan, pembangunan sistem transportasi tak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Karena itu, BPTJ melibatkan semua pihak untuk membangun sarana dan prasarana transportasi bagi masyarakat, termasuk juga mal dan pengembang.

"Ini adalah program bersama, bukan hanya prorgam BPTJ. Karena untuk mengembangkan sistem transportasi tidak bisa sendiri, harus melibatkan pengembang dan swasta," kata Bambang.

Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa menuturkan, trayek Tang City merupakan trayek ke sembilan yang disediakan pihaknya menuju bandara. Pergerakan kendaraan di Bandara Soetta merupakan salah satu yang terbesar di Jabodetabek.

Putu memperkirakan, dalam satu hari lebih dari puluhan ribu kendaraan pribadi yang terparkir di Bandara Soetta. Lanjutny, hal itu menunjukkan bahwa masyarakat masih lebih senang menaiki kendaraan pribadi.

"Adanya trayek baru ini akan membuat masyarakat lebih memilih angkutan massal. JA Connexion sendiri memiliki tarif Rp35 ribu (Rp25 ribu pada masa percobaan awal)," jelas Putu.

Bus tersebut akan berangkat setiap dua jam sekali mulai pukul 06.00-20.00 WIB. Dengan waktu tempuh sekira 1 jam perjalanan, JA Connexion dapat menjadi alternatif untuk masyarakat Tangerang dan sekitarnya yang hendak menuju bandara. "Kalau animo tinggi, kita akan tambah waktu operasinya," ucap Putu.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman mengatakan, adanya trayek baru ini akan sangat membantu masyarakat Tangerang yang bekerja di Bandara Soetta. Selain itu, angkutan itu akan dapat sedikit mengurai kemacetan yang ada di Kota Tangerang.

Saeful menambahkan, setiap harinya tercatat ada sekitar 3 juta kendaraan yang melintas di Tangerang. Padahal, jumlah penduduk Kota Tangerang hanya sekitar 1,78 juta jiwa. Sementara yang menggunakan angkutan massa baru sekira 14 persen.

"Kita sangat mendukung, karena prorgam prioritas kita salah satunya mengurai kemacetan. Jadi dengan ini masyarakat bisa beralih dengan kendaraan umum yang aman, nyaman, dan tepat waktu," kata Saeful.

Lanjutnya, fasilitas itu bukan hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Tang City, tapi juga seluruh masyarakat Tangerang. Pasalnya, akses angkutan menuju Tang City sudah baik, sehingga bisa membantu masyarakat di wilayah lain untuk menggunakan JA Connexion.

Tak mau ketinggalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang juga berencana menambah empat koridor baru sistem trasnportasi berbasis bus (Bus Rapid Transi/BRT) atau yang dikenal dengan bus Tangerang Ayo (Tayo) pada 2019. Dua di antara empat koridor itu akan memiliki trayek menuju Bandara Soetta.

Koridor satu akan memiliki rute Poris Plawad-Bandara Soerta. Sementara satunya lagi memiliki rute Cadas-Bandara Soetta. "Itu untuk mengatasi kemacetan dengan tarif 2000 per sekali naik," jelas Saeful.

Saeful berharap, dengan semakin banyaknya angkutan masal dari dan ke Bandara Soetta, Tangerang bisa semakin maju dalam industri pariwisata. 

Menurut Saeful, Tangerang ke depan bukan hanya dijadikan tempat pembenhentian para wisatawan, melainkan juga menjadi destinasi. "Dengan ada fasilitas ini, mereka bisa terlayani," katanya.





(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id