BPK Anugerahi Pangkat Anumerta Korban Lion Air

Octavianus Dwi Sutrisno 07 November 2018 11:39 WIB
Lion Air Jatuh
BPK Anugerahi Pangkat Anumerta Korban Lion Air
Prosesi tabur bunga mendiang Imam S Riyanto salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air asal Kota Depok
Depok: Badan Pemeriksa Keuangan memberikan gelar anumerta kepada almarhum Imam S Riyanto yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air di perairan Tanjung Karawang.

Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara mengatkan selain menaikan pangkat, BPK juga memberi santunan kepada keluarga korban.

"Dia orang baik, dan santun," kata Moermahadi saat ditemui di TPU Cinere, Kota Depok Rabu malam 6 November 2018.


Menurut Moermahadi dari 10 pegawai BPK yang menjadi korban menjadi korban kecelakaan tersebut baru dua jenazah yang teridentifikasi. Kedua jenazah telah diserahkan ke keluarga masing-masing. 

Sepuluh penumpang Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin pagi, merupakan pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca: Pencarian CVR Terkendala Lumpur Dasar Laut

Jenazah Imam dimakamkan sekitar pukul 22.00 WIB, jenazah pegawai BPK cabang Pangkal Pinang tersebut, tiba di Tempat Pemakaman Umum Gandul Cinere Kota Depok. Imam meninggalkan istri dan tiga orang anak.

Duka mendalam diperlihatkan rekan dan keluarga mendiang Imam S Rianto terutama ketika jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT - 610 ini diturunkan ke liang lahat. 

"Sekarang kami merasa tenang, Kakak kami bisa pulang semoga korban - korban yang lain juga cepat teridentifikasi, dan bisa dibawa pulang ke keluarganya," ucap Adik Almarhum, saat ditemui wartawan usai prosesi pemakaman.

Sepuluh pegawai BPK itu ialah Harwinoko, Martua Sahata, Dicky Jatnika, Achmad Sobih Inajatullah, Imam Riyanto. Lima lainnya Yunita Safitri, Yoga Perdanam Resky Amalia, Yulia Silviyanti dan Zuiva Puspitaningrum.





(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id