Presiden Tinjau Pemasangan Listrik Warga Miskin di Bogor

Antara 02 Desember 2018 11:58 WIB
listrikpln
Presiden Tinjau Pemasangan Listrik Warga Miskin di Bogor
Presiden Joko Widodo menyapa warga ketika bersepeda menuju lokasi penyambungan instalasi listrik PLN gratis melalui sinergi BUMN untuk masyarakat di Bogor, Jawa Barat. Antara/Wahyu Putro A
Bogor: Presiden Joko Widodo meninjau pemasangan listrik bagi warga tidak mampu atau prasejahtera di Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu. Dia mendatangi lima rumah warga penerima sambungan listrik program Sinergi BUMN bidang kelistrikan.

Jokowi bersepeda bersama komunitas dari Istana Bogor, keluar melalui pintu Kebun Raya Bogor, menuju Desa Bantarjati Dua, menempuh jarak sekitar dua kilometer. Presiden secara simbolis melakukan penyalaan listrik di rumah warga penerima program penyambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu.

Lima rumah warga tersebut di antaranya Rohmina, 48, Aji Rajiman, 48, dan Wawan Juhanda, 56. Jokowi tampil dengan gaya kasual mengenakan jaket bomber warna hitam bertuliskan 'Bulls Syndc Motorcycle' warna kuning emas di bagian dada kanan dan punggung. Selaras dengan celana jins warna navy dan sepatu sneaker hitam bergaris putih.


Presiden menyebu sekitar 200 ribu rumah yang belum teraliri listrik di wilayah Jawa Barat. Program Sinergi BUMN tahun ini menyasar sekitar 100 ribu sambungan listrik bagi masyarakat tidak mampu di provinsi tersebut.

"Sampai saat ini baru sekitar 60 ribu yang sudah tersambung listrik, dan kita selesaikan sampai bulan ini," kata Presiden.

Menurut Presiden, warga mendapatkan listrik dengan menyantol atau menebeng dari rumah lainnya sebelum tersambung listrik. Warga miskin banyak yang belum memiliki sambungan listrik karena tudak mampu membayar biaya sambungan sesuai standar  PLN yang mencapai  Rp900 ribu.

Program penyambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu ini meringankan beban warga karena biaya listrik jadi lebih hemat.  "Dari data yang kita terima, biasanya bayar 60 ribu sampai 50 ribu per bulan, dengan ada seperti ini bisa 25 ribu sampai 30 ribu," kata Presiden.

Total ada 82 rumah penerima program di Kelurahan Bantarjati Dua, dari 1.942 rumah penerima program Sinergi BUMN se-Kota Bogor. Presiden Jokowi mengatakan, akan menyisir wilayah lain di Indonesia yang belum dialiri listrik agar bisa dialiri listrik melalui program Sinergi BUMN ini.

"Hitungan kita ada 1,2 juta di seluruh provinsi, akan terus kita sisir satu per satu," katanya.

Kegiatan penyambungan listrik untuk masyarakat tidak mampu ini juga ditandai penyerahan sertifikat penyambungan listrik kepada 83 warga penerima program Sinergi BUMN oleh PLN area Bogor.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id