ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id (Rizky Dewantara)

Dinkes Kota Bogor Gelorakan Pemberantasan Sarang Nyamuk

demam berdarah
Rizky Dewantara • 23 Januari 2019 10:30
Bogor: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menggelorakan masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). PSN dinilai lebih efektif dibandingkan fogging (pengasapan).
 
Kadinkes Kota Bogor Rubaeah menyebutkan penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) di wilayah Kelurahan Kedung Badak dan Kelurahan Kayu Manis ternyata nyamuk sudah resisten terhadap obat anti nyamuk yang ada. Hal itu menyebabkan DBD selalu ada di wilayah Kota Bogor karena fogging bukan untuk mencegah DBD. 
 
“Yang paling ampuh metode PSN dengan 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) plus. Plusnya, yaitu menggunakan obat anti nyamuk setiap pagi sebelum kerja, memelihara ikan untuk membasmi jentiknya,” kata Rubaeah saat briefing staff di aula Kantor Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 23 Januari 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebutkan, PSN tidak bisa hanya dilakukan sekali karena perkembangan jentik menjadi nyamuk dewasa hanya 1 Minggu. Jadi PSN harus dilakukan setiap minggu secara rutin, berkesinambungan dan serentak. Tidak bisa juga dilakukan wilayah per wilayah karena nyamuk akan terbang ke wilayah lain. 
 
“Satu wilayah melakukan PSN tetapi wilayah lain tidak pasti menyebarnya akan ke wilayah lain. Jadi sekali lagi kami tegaskan PSN harus dilakukan secara serentak,” akunya.
 
Meski demikian, ia menyatakan, pihaknya akan melakukan PSN serentak di bulan Januari, Februari dan Maret dengan dukungan dari Wali Kota Bogor agar PSN dilakukan di semua wilayah. 
 
“Kami akan turun bersama melakukan PSN dengan jajaran Camat dan Lurah untuk menekan kasus DBD,” ujar dia
 
Ia memaparkan, pada 2018 tercatat 743 kasus DBD di Dinkes Kota Bogor, artinya Kota Bogor termasuk wilayah endemis. Paling tinggi terjadi di Kecamatan Bogor Selatan, Bogor Barat dan Kecamatan Tanah Sareal, yakni di Kelurahan Mekarwangi, Kelurahan Kencana dan Kelurahan Katulampa. 
 
Rubaedah juga menjelaskan Kota Bogor selalu endemis lantaran perilaku dan lingkungan yang kurang bersih dan sehat. “Kami minta kerjasama para Camat, Lurah, tokoh masyarakat dan OPD jika ada fogging tolong melaporkan ke Dinkes. Kami akan tinjau soal berapa takarannya dan jenis insektisidanya jenis apa supaya tidak terjadi resistensi nyamuk terhadap virus DBD,” paparnya.
 
Ia juga mengingatkan, jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD seperti panas tinggi agar segera dibawa ke sarana kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. 
 
“Semua Puskesmas di Kota Bogor sudah mempunyai alat pemeriksaan DBD secara cepat," ujarnya.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi