Eks Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu 23 Januari 2019. Medcom.id/P. Aditya Prakasa
Eks Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu 23 Januari 2019. Medcom.id/P. Aditya Prakasa (P Aditya Prakasa)

Eks Kalapas Sukamiskin Segan ke Setya Novanto

kasus suap kasus korupsi suap fasilitas lapas
P Aditya Prakasa • 23 Januari 2019 22:28
Bandung: Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, Wahid Husein, mengakui telah memberi izin ke terpidana Setya Novanto untuk mendirikan saung. Wahid mengaku segan ke Novanto yang pernah menduduki kursi Ketua DPR RI.
 
Wahid mengungkap hal tersebut saat menjadi saksi kasus dugaan suap Fahmi Darmawansyah di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu 23 Januari 2019. Hakim menanyakan soal perizinan pendirian saung di dalam Lapas.
 
Selama menjabat sebagai Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid mengalu hanya memberikan izin satu kali untuk pembuatan saung. Saung tersebut rencananya dibuat Setya Novanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, pendirian saung Novanto tidak terealisasi karena belum ada lahan yang kosong. "Ya mintanya secara tidak langsung, kadang-kadang ada yang menelepon bagaimana saungnya, Karena ketua DPR, saya sungkan," ucap Wahid.
 
Novanto disebutnya memiliki banyak tamu dari DPR. Meski begitu, Wahid mengatakan saung-saung yang dirobohkan berdiri sebelum dia menjabat sebagai Kepala Lapas.
 
"Ketika saya di sana, saung itu sudah ada. Enggak tahu siapa yang bikin. Tapi rata-rata milik (Napi) Tipikor, ada salah satunya punya Fahmi," kata Wahid.
 
Dia mengatakan, penggunaan saung-saung itu dibagi menjadi dua kategori, yaitu untuk umum dan pribadi. Wahid tak membantah bahwa berdirinya saung-saung itu telah menyalahi aturan karena bukan berasal dari yang negara.
 
Dia sempat berencana untuk merobohkan dan membangun kembali dari dana anggaran Kemenkum HAM. "Saya waktu itu buat usulan bikin yang layak ke Kanwil (Kemenkum HAM). Rencananya saya mau membongkar asal ada penggantinya, karena tidak ada tempat yang layak," kata Wahid.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi