Saksi Mendengar Tembakan Usai Penangkapan Teroris Tambun
ilustrasi-medcom.id
Bekasi: Empat terduga teroris ditembak polisi saat ditangkap di sekitar underpass, Desa Mekarsari, Pasar Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis 10 Mei 2018, dini hari. 

Pantauan Medcom.id, di sekitar lokasi penangkapan masih terdapat bercak darah terduga teroris yang ditembak petugas. Saat penangkapan, seorang pemilik warung di lokasi kejadian, Ade, 50, mengatakan peristiwa terjadi pukul 01.30 WIB. 

"Ada tiga kali suara tembakan, dari seberang warung," ujar Ade saat ditemui di Tambun, Bekasi, Jumat 11 Mei 2018. 


Dia menuturkan, sebelum suara tembakan meletus, polisi telah menangkap empat terduga teroris itu. Para terduga teroris diborgol. Namun, di antara mereka melawan petugas. 

"Langsung ditangkap, langsung diborgol. Kakinya yang ditembak, sudah ditangkap terus mau kabur lagi, ditembak," bebernya.

Dia mengaku, sebelum menangkap terduga teroris. Polisi yang melakukan penangkapan, telah berada di warung miliknya. 

"Yang saya tahu yang nongkrong di sini di warung saya cuma tiga (polisi). Pakai pakaian preman," ujarnya.

Baca: Polisi Tembak Dua Terduga Teroris di Bekasi

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, ke empat terduga teroris yang ditangkap yakni AM, 39; HG, 41; RA, 41; dan JG, 30. Namun, saat dibawa ke markas Densus 88, dua terduga teroris RA dan JG melawan sehingga ditembak petugas.

"Keduanya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara. Namun, setelah mendapatkan perawatan selama dua jam, RA meninggal. Sementara JG masih mendapatkan perawatan," ujarnya. 

Dari tangan para pelaku polisi menyita barang bukti berupa 1 buah sangkur, 1 buah belati, 25 butir amunisi kaliber 9 mm, 25 buah paku tembak, 2 buah ketapel, 3 busur besi, 69 peluru gotri, 2 golok, dan 48 butir peluru senapan angin.

"Keempat terduga teroris ini merupakan jaringan JAD Jawa Barat," kata Setyo.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id