Jabar Wacanakan Ganjil Genap saat Mudik
Ilustrasi. Kendaraan pemudik terjebak kemacetan menuju pintu keluar tol Cikampek, Purwakarta, Jabar, (ANT/WAHYU PUTRO A)
Bandung: Dinas Perhubungan Jawa Barat berencana menggunakan sistem ganjil genap untuk mengantisipasi kepadatan jalur mudik di wilayah Jawa Barat. 

"Jadi kami akan mengusulkan sistem ganjil-genap yang melintas ke wilayah Jawa barat, prediksi ada kenaikan lima sampai sepuluh persen," terang Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik, di Gedung Sate Bandung, Jabar, Senin, 16 April 2018.

Tapi, wacana ini masih dalam tahap pembahasan. Dishub Jabar segera mengusulkan wacana tersebut ke pemerintah pusat. Bila disetujui, sistem ganjil genap bakal berlaku sejak H-7 sampai H+7 Lebaran 2018.


"Pertimbangan Dishub Jawa Barat mengajukan wacana ini karena Jabar merupakan daerah lintasan dan tujuan mudik," jelasnya.

Dia melanjutkan, pihaknya telah menyiapkan 5.000 kursi atau 110 bus gratis untuk program mudik gratis Lebaran 2018. 

Ratusan bus gratis itu bakal berangkat dari sejumlah kota di antaranya Bekasi, Bogor, Bandung, Sukabumi, dan Cirebon. 

"Hal ini penting karena terkait bagaimana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan mudik dari Jawa Barat ke Jawa Tengah," imbuhnya

Ia menuturkan rute mudik gratis yang diadakan Dishub Jabar akan melayani pemudik dari Jabar ke Semarang, Solo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

"Jadi mudik gratis ini akan kami gelar pada 9 Juni karena diprediksi Idul Fitri atau Lebaran 2018 pada 15 Juni," ucap Dedi.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id