Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono. Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono. Medcom.id/Hendrik Simorangkir (Hendrik Simorangkir)

Skema Oneway saat Arus Balik Lebaran Harus Dievaluasi

Mudik Lebaran 2019
Hendrik Simorangkir • 12 Juni 2019 18:46
Tangerang: Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menilai skema oneway atau satu arah yang diterapkan pada arus balik Lebaran 2019 belum sukses. Skema ini perlu dievaluasi karena terjadi penumpukan kendaraan saat memasuki Jabodetabek.
 
"Karena jalur balik ini kan seperti corong bentuknya, mengecil ke arah Jakarta. Saat oneway mereka numpuk dan stuck (tersendat). Maka dari itu BPTJ berpendapat, mekanisme sistem mudik dan arus balik harus berbeda," ujar Bambang di Tangerang, Rabu, 12 Juni 2019.
 
Arus balik sebaiknya dikanalisasi terlebih dahulu. Pemberlakukan skema contraflow atau jalur berlawanan arah lebih bijaksana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi orang tidak ramai-ramai dan akhirnya stuck, karena stucknya itu ada di dua tempat pertemuan, Cikampek arah Bandung lalu Cikarang Utama, itu hasil evaluasi kita," katanya.
 
Penerapan skema oneway pada arus mudik Lebaran 2019 kali ini dapat dikatakan sukses lantaran dapat mengurai kemacetan puncak arus mudik. Hasil dari arus mudik Lebaran, lanjutnya, diluar ekspektasi pemerintah karena tidak terjadi kemacetan yang mengular.
 
"Arus mudik kemarin kita sangat sukses dan lancar bahkan diluar prediksi orang orang. Jadi oneway sukses untuk arus mudik tapi arus baliknya harus diubah strateginya tidak oneway, bahkan kalau bisa contraflow saja," jelasnya.
 
Skema oneway pada arus mudik dilakukan pada tanggal 30-31 Mei dan 1-2 Juni 2019 mulai pukul 06.00 WIB, dimulai dari KM 29 (Eks Cikarang Utama) sampai KM 262 (Exit Brebes Barat).
 
Bambang juga menuturkan tidak ada hambatan yang berarti soal angkutan umum Lebaran seperti bus di kawasan Jabodetabek. Ia menambahkan, tidak ada penumpukan bus di satu titik hanya saja tumpukan penumpang dan kemacetan terjadi di setiap terminal keberangkatan.
 
"Bus dikhawatirkan dengan sistem oneway yang ke arah Timur tadinya lancar akan kembali terhambat, ternyata tidak terjadi. Jadi bus malah numpuk di terminal melayani penumpang artinya tidak terjadi keterlambatan," paparnya.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif