Bahar bin Ali bin Smith (kanan) keluar dari kendaraannya untuk menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi.
Bahar bin Ali bin Smith (kanan) keluar dari kendaraannya untuk menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi. (P Aditya Prakasa)

Polisi Masih Butuh Keterangan Bahar bin Smith

kekerasan anak kekerasan
P Aditya Prakasa • 27 Desember 2018 13:42
Bandung: Penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat belum mengabulkan penangguhan penahanan yang diajukan pengacara Bahar bin Smith. Direskrimum Polda Jawa Barat Kombes Ikhsantyo Bagus mengatakan, pihaknya masih memerlukan keterangan Bahar dalam penyidikan.
 
"Jadi penyidik mempertimbangkan bahwa penyidikan kasus ini belum selesai, sehingga kami masih membutuhkan tersangka BS untuk dilakukan penyidikan kembali," kata Bagus di Markas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis, 26 Desember 2018.
 
Baca: Habib Bahar Aktor Utama Penganiayaan Anak

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagus menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya masih melengkapi berkas perkara. Setelah berkas lengkap, selanjutnya penyidik akan mengirim berkas ke Kejaksaan Negeri Jawa Barat untuk segera disidangkan.
 
"Kita lengkapi berkasnya kemudian nanti kita akan koordinasi diserahkan kepada Jaksa," jelas Bagus.
 
Bagus mengatakan, pihaknya telah menetapkan lima tersangka termasuk Bahar bin Smith atas kasus dugaan penganiyaan tersebut. Namun ada penambahan tersangka setelah dilakukan pengembangan.
 
"Untuk tersangka setelah kita kembangkan dari 5, bertambah 1 yaitu saudara MDS," pungkas Bagus.
 
Baca: Tidak Ada yang Spesial dari Kasus Bahar bin Smith
 
Bahar dilaporkan ke Polres Bogor atas dugaan kekerasan terhadap anak. Laporan dilayangkan keluarga korban. Laporan tercatat dalam nomor laporan LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res Bgr tertanggal 5 Desember 2018.
 
Penganiayaan dilakukan terhadap terduga korban berinisial MHU, 17, dan Ja, 18. Aksi itu dilakukan di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 1 Desember pukul 11.00 WIB.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi