Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan memperlihatkan alat bukti pencurian, dua pelaku kejahatan bongkar rumah kosong
Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan memperlihatkan alat bukti pencurian, dua pelaku kejahatan bongkar rumah kosong (Octavianus Dwi Sutrisno)

Dua Spesialis Pencuri Rumah Kosong di Depok Ditembak

pencurian
Octavianus Dwi Sutrisno • 17 Januari 2019 18:54
Depok: Dua pelaku spesialis pencurian rumah kosong, diringkus Unit Reserse Mobile (Resmob) Polresta Depok. Kepada petugas, keduanya mengaku telah beraksi lebih dari tujuh kali.
 
Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan menuturkan kedua pelaku bernama Burhan dan Geleng sempat buron selama beberapa hari. Namun, akhirnya petugas menangkap mereka di kawasan Terminal Pulogebang, Jakarta Timur pada Kamis dini hari, 17 Januari 2019. 
 
Kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian betis karena melawan petugas. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pelaku ini terus terang saja sudah menjadi incaran kami karena diduga telah seringkali melakukan aksi pencurian, khususnya rumah kosong dengan modus congkel jendela atau pintu menggunakan obeng,” ucap Deddy, di Mapolresta Depok saat gelar perkara kasus tersebut.
 
Menurutnya, berdasarkan hasil introgasi sementara mereka adalah pemain lama dan sering beraksi di sejumlah wilayah seperti Depok, Jakarta dan Tangerang. 
 
“Pengakuannya sih baru tujuh kali melakukan aksi pencurian. Namun tidak menutup kemungkinan ada korban lagi,” paparnya.
 
Selanjutnya, Deddy menegaskan diduga kuat para pelaku berkolaborasi dengan kelompok lain yang masih berkeliaran di wilayah Depok.
 
"Dari penangkapan ini, kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dugaan hasil curian seperti lima kardus Hp, dua obeng dan satu unit sepeda motor. Kasusnya akan terus kami kembangkan," paparnya.
 
Hasil kejahatan untuk Karaoke
 
Sementara itu, kepada wartawan salah satu pelaku yaitu Geleng mengaku aksinya itu dilakukan karena ajakan teman. Keduanya mengaku, uang hasil curian dibagi rata sesuai perannya masing-masing. 
 
“Duitnya buat kebutuhan sehari-hari, ya kadang buat karaokean juga,” ucapnya.
 
Geleng menerangkan, kelompok yang diikutinya mampu meraup uang hasil curian senilai Rp20 juta dalam satu kali aksi. 
 
“Sekali main kita empat orang, ngacak aja. Saya tertarik karena hasilnya menggiurkan, tapi kalau tahu begini saya kapok. Mau tobat,” paparnya.
 
Hingga saat ini, Geleng dan Burhan telah mendekam dibalik jeruji besi mereka diganjar pasal 363 tentang pencurian dan pemberatan, dengan hukuman penjara kurang lebih lima tahun.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi