Tim gabungan mengerahkan alat berat untuk menemukan korban jiwa tertimbun longsor di Sukabumi, dok: istimewa
Tim gabungan mengerahkan alat berat untuk menemukan korban jiwa tertimbun longsor di Sukabumi, dok: istimewa (Benny Bastiandi)

Warga Inginkan Tempat Relokasi Jauh dari Titik Lokasi Longsor

Longsor Sukabumi
Benny Bastiandi • 04 Januari 2019 16:46
Sukabumi: Warga korban tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ingin lahan relokasi yang nanti disiapkan pemerintah berada jauh dari tempat permukiman mereka. Alasannya, mereka khawatir ke depan bakal kembali terjadi longsor.
 
"Kami bersedia (direlokasi). Walaupun tanah (bekas longsor) sudah bagus, kita gak mungkin lagi sanggup untul tinggal di situ. Enggak mungkin lagi bermukim di situ," kata Suherman, 31, salah seorang korban selamat, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Tapi soal tempat yang nanti akan dijadikan lahan relokasi, Suherman menyerahkannya kepada pemerintah. Namun ia meminta agar letak yang dipilih berjauhan dari lokasi longsor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita nunggu pemerintah. Nunggu bantuan dari mana saja bantuan relokasi ke tempat lebih aman," jelasnya.
 
Pemilihan lahan relokasi juga harus sesuai kesepakatan dengan warga korban tanah longsor lainnya. Apalagi tragedi tanah longsor yang menimbun 29 unit rumah itu masih menyimpan rasa trauma bagi warga setempat.
 
"Kita harus tanya dulu ke warga yang lainnya, sanggup nggak bermukim lagi di sini? Kan kemarin juga sudah bilang ada tempat di sini. Tapi kalau melihat lagi tempat itu ada rasa trauma. Pokoknya jangan terlalu dekat," tuturnya.
 
Baca: Jenazah Korban Longsor Sukabumi Ditemukan Lagi
 
Suherman menyadari proses relokasi hingga proses pembangunannya membutuhkan waktu relatif lama. Tapi dalam kondisi sekarang, ia berharap segera ada percepatan.
 
"Kalau untuk permukiman kan gak bisa langsung ya. Tapi kalau bisa (cepat) mah bagus juga," pungkasnya.
 
Kepala Desa Sirnaresmi, Iwan Suwandri, mengatakan lahan relokasi kemungkinan tidak akan jauh dari lokasi longsor. Pasalnya, kerabat warga yang jadi korban tanah longsor kebanyakan masih tinggal di tempat tersebut.
 
"Kita maksimalkan dulu mencari lahan yang dekat," kata Iwan.
 
Iwan mengaku sudah memiliki gambaran titik lokasi yang akan dijadikan lahan relokasi. Setidaknya terdapat dua titik yang jadi pilihan di sekitar Dusun Cimapag.
 
"Tapi kita lihat dulu. Kita tentunya mencari lahan yang aman. Cuma lahannya harus dibeli karena itu kan milik warga. Katanya kalau untuk pembebasan itu nanti kewenangan pemda (pemerintah daerah)," pungkasnya.
 
Tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag RT 05/04, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mengakibatkan 29 rumah rusak berat yang dihuni 100 jiwa. Sebanyak 64 jiwa selamat, 3 orang luka, dan 33 orang tertimbun. Hingga hari keempat, Kamis 3 Januari, tim satuan tugas terpadu pencarian korban telah menemukan 18 jenazah. Berarti tinggal tersisa 15 jiwa yang belum ditemukan.
 
Hingga hari ini proses pencarian masih dilakukan. Pencarian dilakukan di 6 sektor di lokasi tanah longsor. 
 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif