Rastra Dikorupsi Akibatkan RTS di Margamulya Garut tak Dapat Jatah
Ilustrasi kasus korupsi, Medcom.id - M Rizal
Garut: Polres Garut, Jawa Barat, menangkap empat warga diduga terlibat tindak korupsi pendistribusian beras bagi masyarakat prasejahtera (rastra) yang dialokasikan pada bulan November 2017. Tindak pidana itu mengakibatkan Rumah Tangga Sasaran-Penerima Manfaat (RTS-PM) tidak mendapatkan pasokan.

Kepala Polres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan empat tersangka berinisial FR, TS, EK, dan TA. Mereka melakukan tindak pidana pada 22 Desember 2017.

Rastra itu, ungkap Budi, merupakan alokasi untuk November 2017. Pendanaannya berasal dari APBN 2017. Alokasi rasta untuk warga Desa Margamulya dengan jumlah mencapai 5.500 kilogram. 


"Untuk tersangka FR dan TS telah kami amankan diketahui sebagai sopir dan pengawal saat membawa raskin. EK yang menyuruh FR dan TS untuk membawa Rastra ke tempatnya TA dengan jumlah 5.175 kg. Polisi juga akan memeriksa pihak Bulog Garut terkait pendistribusian beras program Rastra tersebut dan semuanya akan diperiksa sampai mendalami kasusnya," kata Budi di Garut, Sabtu, 13 Januari 2018.

Budi mengungkapkan modus operandi yaitu FR dan TS telah mengangkut 5.175 kg. Rastra dari gudang Bulog Garut dan tersangka EK yang diketahui tidak memiliki jabatan apa-apa berada di Desa Margamulya tapi telah menyuruh FR dan TS untuk membawa Rastra tersebut ke tempat milik TA di Kecamatan Kadungora.

"Tersangka TA ini diketahui bukan RTS-PM atau juga masyarakat Desa Margamulya, Kecamatan Cisompet tetapi perbuatan tersebut RTS-PM di Desa Margamulya tidak menerima Rastra di bulan Desember 2017 yang merupakan alokasi bulan November. Adanya temuan tersebut, Polisi telah mengamankan barang bukti di tempatnya TA pada (9/1/2018) di gudang beras yang berlokasi di Kampung Ketot, Rt 001 RW 010, Desa Cisaat, Kecamatan Kadungora," ujarnya.

Budi memastikan para tersangka terdapat kegiatan melawan hukum dan telah melakukan penyalahgunaan kewenangan yang dapat menimbulkan kerugian negara senilai Rp31.153.500. Tersangka terancam pasal 2 ayat 1 UUD nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi terancam hukuman 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun serta denda Rp200 juta atau paling besar Rp1 miliar.

"Anggota telah mengamankan barang bukti dari para tersangka seperti, satu unit kendaraan truk R6,345 karung rastra, satu lembar surat penyerahan barang, satu lembar surat berita acara serah terima, satu lembar surat jalan rastra, satu lembar surat pengantar dan surat jalan dari gudang Bulog," ungkapnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id