Presiden Resmikan Kewirausahaan dan Digitalisasi Pertanian di Kabupaten Indramayu

M Studio 08 Juni 2018 18:03 WIB
berita telkom
Presiden Resmikan Kewirausahaan dan Digitalisasi Pertanian di Kabupaten Indramayu
Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini M Soemarno memperhatikan penjelasan demo aplikasi LOGTAN Dirut Telkom Alex J Sinaga (kedua dari kanan). Foto:Dok
Jakarta: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan program Kewirausahaan dan Digitalisasi Sistem Pertanian di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 7 Juni 2018. Program tersebut dikelola oleh Mitra Badan Usaha Milik Desa Bersama binaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Dalam acara tersebut, RI 1 didampingi oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Kab. Indramayu Anna Sophana. Program Layanan Kewirausahaan Petani ini akan diterapkan di sebelas wilayah di Jawa Barat, antara lain Indramayu, Karawang, Majalengka, Ciamis, dan Cianjur.

“Pemerintah mendorong penerapan pengelolaan pertanian secara korporat untuk membantu peningkatan kesejahteraan bagi para petani,” kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Juni 2018.


Presiden ke-7 RI itu menegaskan, salah satu cara meningkatkan masa depan petani yaitu melalui oganisir yang baik. Tidak hanya melalui Kelompok Petani (Poktan), namun harus menjadi sebuah organisasi yang lebih besar dengan sistem kerja setingkat korporasi.

Sementara itu Menteri BUMN Rini M. Soemarno menjelaskan, Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian merupakan salah satu program yang sesuai dengan amanat Presiden Republik Indonesia dalam hal Korporatisasi Pertanian. Diharapkan, program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan Petani.

“Lewat BUMN, pemerintah hadir dalam setiap siklus pertanian mulai dari pratanam, tanam, panen, hingga pasca panen,” jelas Rini.

Menurutnya, Kewirausahaan dan Digitalisasi Sistem Pertanian merupakan salah satu program percontohan mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Dalam kesempatan tersebut, Rini melaporkan potensi petani di kecamatan Sliyeg sebanyak 7.009 orang. Dari jumlah tersebut, telah diserahkan kartu Tani kepada 2993 petani. Sementara, sebanyak 1.158 petani diantaranya telah menerima fasilitas kredit usaha rakyat.

"Dengan pemberian fasilitas ini, diharapkan seluruh kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik berikut jaminan biaya hidup sampai dengan musim panen," kata Rini.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga mengatakan, program tersebut merupakan pilot project digitalisasi sistem pertanian di Indonesia. Dia berharap, keberadaan program tersebut dapat meningkatkan peran petani.

"Diharapkan, para petani yang sebelumnya hanya sebagai penanam yang menghasilkan padi saja, saat ini bisa menjadi wirausaha yang unggul. Digitalisasi sistem pertanian merupakan mesin penggerak guna memaksimalkan produktivitas petani," kata Alex.

Alex menambahkan, digitalisasi pertanian dapat memudahkan monitoring data dan informasi, seperti lokasi kerja petani, luas lahan, serta waktu tanam dan panen. Data ini nantinya dapat digunakan MBB untuk memfasilitasi kebutuhan para petani.

Telkom mewujudkan digitalisasi pertanian dalam bentuk platform digital yang terintegrasi bernama LOGTAN (Logistik Tani). Melalui LOGTAN, petani dan BUMN terkait dapat mengakses data tunggal yang lengkap mulai dari masa pratanam hingga pascapanen.

"LOGTAN juga menyediakan informasi terkait profil petani, jenis lahan pertanian, kebutuhan kredit usaha, asuransi hingga mobilisasi hasil panen," kata suksesor Arief Yahya tersebut.

Digitalisasi sistem pertanian diperuntukkan bagi kelompok tani melalui kehadiran BUMN dalam 4 siklus tanam. Pada siklus pratanam, BUMN menyediakan asuransi usaha tani dan kredit usaha rakyat melalui PT Jasindo, PT Askrindo, dan Himbara.

Sedangkan pada tahap tanam, BUMN hadir dengan menyediakan benih, distribusi pupuk, dan pendampingan melalui PT Pupuk Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, dan PT PNM.

Sementara itu pada tahap Panen, BUMN menyediakan penyimpanan hasil panen dan resi gudang yang diselenggarakan oleh PT Pegadaian. Selanjutnya di tahap Pasca Panen BUMN membantu distribusi hasil tani melaui Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia Pangan serta keberadaan Blanja.com sebagai platform e-commerce yang memungkinkan petani menjual secara online.

Lalu dimana fungsi program layanan kewirausahaan petani dan digitalisasi sistem pertanian berada? Alex menjelaskan bahwa program yang dikembangkan oleh Telkom tersebut  dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi petani, seperti usaha skala kecil, daya tawar petani lemah, serta insentif petani yang tidak tepat dan tidak berkelanjutan.

Semua pelayanan dilakukan melalui sistem yang terintegrasi dengan kartu tani. Data ini nantinya juga menjadi acuan dari Kementerian Pertanian mengenai pertanian di Indramayu, khususnya di Kecamatan Sliyeg.

Sistem digitalisasi pertanian yang sudah dicanangkan sejak Maret 2017 ini menjadikan Indramayu sebagai kabupaten di Indonesia yang memiliki data pertanian matang. “Kami berharap digitalisasi sistem pertanian bisa mendorong petani untuk memaksimalkan sistem dan mempermudah bisnis pertanian. Sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani turut meningkat,” tutup Alex.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id