Pengusaha Desak Evaluasi Pembatasan Truk di Kalimalang

Antonio 27 November 2018 12:28 WIB
lalu lintas
Pengusaha Desak Evaluasi Pembatasan Truk di Kalimalang
Ilustrasi. MI/Ramdani
Bekasi: Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptindo) berharap rencana pelarangan truk delapan ton lebih melintas di Jalan KH. Noer Ali atau jalur Kalimalang tidak diterapkan. Seluruh pihak terkait perlu duduk bersama untuk membahas rencana tersebut.

"Jangan pemerintah memutuskan sepihak, kita kan enggak suka kalau diputuskan sepihak. Padahal, di jalan arteri primer kita digeser, di jalan kelas nasional juga digeser, kita mau dilewatin mana?" kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman saat dihubungi, Selasa 27 November 2018.

Dia memperingatkan pemerintah daerah tentang vitalnya pengiriman jalur darat yang masih mendominasi. Dia yakin logistik barang bisa lumpuh dan menyebabkan perekonomian terganggu.


Larangan truk berukuran besar melintas tidak hanya berdampak ke pengusaha, tapi juga berdampak ke lalu lintas. "Itu (batasan delapan ton) terlalu kecil. Enggak bisa karena nanti butuh banyak (kendaraan) dan malah buat macet. Kalau 24 ton itu butuh tiga truk, kan malah macet, biaya juga bengkak," terangnya.

Pihaknya mendukung bila larangan melintas di jalur tersebut berlaku untuk kendaraan overdimension overload (ODOL). Kendaraan ukuran dan berkapasitas besar yang seharusnya jadi kambing hitam rusaknya jalan.

"Teman-teman yang tertib jangan ikut dihukum," tuturnya.

Baca: Truk Delapan Ton Lebih ke Dilarang Lewat Kalimalang

Dirinya berharap pertemuan pihak terkait dilaksanakan dalam waktu dekat. Pembatasan tersebut harus disepakati bersama untuk mendapatkan solusi terbaik.

Kendaraan bertonase di atas delapan ton bakal dilarang untuk melintas di Jalan K.H Noer Alie atau Jalur Kalimalang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Larangan ini menyusul kerusakan jalan yang kerap menjadi biang kerok kemacetan.

"Juga akibat efek pembangunan di tol, mau tidak mau harus kita ambil cara itu," Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Deded di Bekasi, Jawa Barat, Senin, 26 November 2018.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id