Kabupaten Cirebon Terganggu tanpa Kepala Daerah
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mustofa. Medcom.id/Ahmad Rofahan
Cirebon: Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Mustofa meyakini proses pemerintahan akan terganggu usai Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dicokok KPK. Sunjaya ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada Rabu, 24 Oktober 2018.

"Pastinya ada kendala. Minimal proses persetujuan APBD 2019. Karena harus ada persetujuan bersama antara bupati dengan DPRD," kata Mustofa, Kamis, 25 Oktober 2018.

Pihaknya akan berkonsultasi soal kekosongan kepala daerah ini ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab, posisi bupati dan wakil bupati Cirebon sama-sama kosong.


"Kalau dulu kekosongan wakil bupati yang mengundurkan diri karena proses pencalonan tidak bisa diisi," kata Mustofa.

Baca: Bupati Cirebon Dikenal Gemar Bongkar Pasang Jabatan

Kekosongan bupati dan wakil bupati Cirebon harus segera dikonsultasikan ke Pemprov Jawa Barat. Sebab, kata Mustofa, hal itu menyangkut penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. "Apalagi sekarang tengah proses pembahasan RAPBD 2019," katanya.

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra terkena OTT oleh KPK. Selain Sunjaya, KPK juga membawa sejumlah pejabat Kabupaten Cirebon lainnya. Sunjaya terindikasi melakukan jual beli jabatan yang nilainya mencapai miliaran rupiah.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id