Ilustrasi Medcom.id/ Syahmaidar.
Ilustrasi Medcom.id/ Syahmaidar. (Roni Kurniawan)

Dua Jurnalis di Bandung Diduga Dianiaya Oknum Polisi

may day hari buruh kekerasan terhadap wartawan
Roni Kurniawan • 01 Mei 2019 14:57
Bandung: Seorang fotografer media Tempo bernama Prima Mulia dan jurnalis freelance bernama Iqbal Kusumadireza (Reza) menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum kepolisian. Dugaan penganiayaan terjadi saat keduanya sedang meliput kegiatan buruh di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 1 Mei 2019.
 
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung, Arie Syahril Ramadan mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
 
"Yang pasti AJI bersama seluruh elemen buruh termasuk LBH Bandung, KSN, Kasbi, kita sangat mengutuk tindak kekesaran yang dilakukan oleh aparat keamanan baik itu terhadap massa aksi, terhadap jurnalis yang sedang melakukan peliputan," kata Arie saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 1 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arie menjelaskan, pihaknya bersama beberapa aliansi buruh di Bandung termasuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mengutuk keras tindakan tersebut. Menurut Arie, rencananya, AJI Bandung akan melaporkan tindak kekerasan tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
 
"Yang kedua, untuk kasus ini yang pasti AJI akan memproses secara hukum. Kita akan laporkan ke Propam, karena jurnalis yang sedang bertugas itu dilindungi oleh hukum, tidak boleh dihalangi apalagi mendapatkan tindakan kekerasan," jelas Arie.
 
Menurut Arie, kondisi Reza saat ini sedang mendapat penanganan medis karena terdapat luka dalam usai mendapat tindak kekerasan dari aparat keamanan. Bahkan kaki Reza tidak bisa ditekuk usai kejadian di kawasan Jalan Singaperbangsa, Dipatiukur, Bandung siang tadi .
 
"Reza kakinya enggak bisa nekuk, sekarang lagi penanganan di rumah sakit, saya tidak bisa menyebut rumah sakitnya di mana, kita lagi penanganan dulu di rumah sakit," pungkas Arie.
 
Kronologis kejadian
 
Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung, sekitar pukul 11.30 WIB, Reza dan Prima berkeliling Gedung Sate untuk memantau pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate.
 
Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam.
 
Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membadikan dengan menggunakan kamera. 
Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Reza, anggota seorang polisi tersebut menggunakan sepeda motor dengan nomor D 5001 TBS.
 
Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan 'dari mana kamu?' Reza langsung menjawab 'wartawan' sambil menunjukan kartu identias. Lalu polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali. 
 
"Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis," jelas Reza. 
 
Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.
 
Prima juga mengalami hal yang sama namun tidak mendapat kekerasan fisik. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi hingga mendapat ancaman verbal.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif