Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto (Rizky Dewantara)

Masih Pakai Kantong Plastik, Operasi Toko Modern di Bogor bakal Dicabut

sampah Larangan Sampah Plastik
Rizky Dewantara • 17 Januari 2019 13:04
Bogor: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memberikan sanksi tegas terhadap pelanggar Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Aturan itu sudah berlaku sejak 1 Desember 2018 untuk pusat perbelanjaan modern, seperti pasar swalayan, mal, dan minimarket
 
"Saya perintahkan ada tindakan hukum, saya ingin ada Operasi Tangkap Tangan (OTT) supaya warga tahu ada sanksi hukum jika melanggar Perwali tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik," ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat ditemui di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Kamis, 17 Januari 2018.
 
Ia menyebut, fase sosialisasi terkait peraturan tersebut sudah cukup kuat dan masif dilakukan Pemkot Bogor. Bahwa sudah adanya Satuan Tugas (satgas) Ciliwung dan Naturalisasi Ciliwung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi tidak ada toleransi lagi bagi para pelanggar, langsung kami tindak tegas," akunya.
 
Menurut Bima, peraturan ini sengaja dibuat untuk menekan angka sampah khususnya sampah plastik. Pihaknya mengajak warga Kota Bogor untuk peduli terhadap lingkungan.
 
"Saya juga perintahkan camat dan lurah harus proaktif mengajak warganya menjaga kebersihan saluran pembuangan saat musim hujan. Saya intruksikan seluruh aparatur wilayah untuk membersihkan drainase, guna mencegah banjir akibat sampah," ucap Bima.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Elia Buntang menegaskan, sanksi tegas berupa denda hingga pencabutan izin penjualan akan diberikan kepada pengusaha toko modern yang masih bertransaksi menggunakan kantong plastik mulai Februari 2019.
 
“Ini hasil kesepakatan kami dengan pengusaha ritel. Mereka masih punya cadangan plastik Ketentuan peredaran di toko modern hingga Februari hanya bagi kantong daur ulang/organik,” ungkap dia saat dihubungi medcom.id, Kamis, 17 Januari 2019. 
 
Ia mengungkapkan, saat ini kantong plastik tidak berlebel atau polos dan tidak organik sudah tidak beredar di sejumlah toko modern per 1 Desember 2018 kemarin. 
 
“Sanksi itu solusi terakhir. Kita akan evaluasi terus kebijakan ini. Dalam Perda pengelolaan sampah, itu sanksinya dari kurungan 6 bulan, denda 5 juta sampai pencabutan izin operasi," ungkp dia.
 
Diketahui, saat ini produksi sampah di Kota Bogor mencapai 650 ton per harinya. Dari data itu sekitar 1,8 tonnya merupakan sampah kantong plastik dari 300-an gerai atau rata-rata sekitar 75 kg per gerai.  
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi