Ilustrasi, korban keracunan mendapat perawatan di Gowa, Sulawesi Selatan. ANT/ABRIAWAN ABHE )
Ilustrasi, korban keracunan mendapat perawatan di Gowa, Sulawesi Selatan. ANT/ABRIAWAN ABHE ) (Benny Bastiandi)

Puluhan Warga Desa Jayagiri Diduga Keracunan Ikan Pindang

keracunan makanan
Benny Bastiandi • 22 Juni 2019 16:29
Cianjur: Sedikitnya 40 warga Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga keracunan pindang ikan mas. Dua orang di antaranya meninggal, karena mengalami dehidrasi berat.
 
Informais yang dihimpun, insiden dugaan keracunan massal bermula saat warga membeli pindang ikan mas dari pedagang keliling saat acara perpisahan siswa di SDN Ciseureuh, Rabu, 19 Juni 2019. Berselang dua hari usai mengonsumi ikan pindang, secara bertahap warga merasakan gejala mual, pusing, muntah, dan buang air besar. Puncaknya terjadi pada Jumat, 21 Juni dan Sabtu, 22 Juni 2019.
 
Warga yang mengalami gejala dugaan keracunan segera dibawa ke Puskesmas Sindangbarang. Mereka diberikan pertolongan pertama berupa pemberian infus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari data yang kami catat, ada sekitar 40 orang pasien diduga keracunan dari Desa Jayagiri," kata tim dokter Puskesmas Sindangbarang, Wulan Apriani, Sabtu, 22 Juni 2019. 
 
Dua orang korban yang meninggal yakni Riandani, 11 dan Ahmad Sadili, 56. Keduanya merupakan warga Kampung Cisireum. Salah seorang korban sempat mendapat perawatan di Puskesmas Sindangbarang. Namun nyawanya tak tertolong.
 
"Kalau korban yang satu lagi, informasinya meninggal dunia di rumah," tutur Wulan.
 
Wulan menduga, jumlah korban bisa bertambah. Pasalnya, masih ditemukan warga yang mengalami gejala serupa.
 
"Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendataan di lapangan untuk memastikan jumlah korban," tegasnya.
 
Kapolsek Sindangbarang Ajun Komisaris Nandang menyebutkan, hasil pendataan sementara, jumlah korban diduga keracunan pindang ikan mas sebanyak 70 orang. Sebanyak 40 orang di antaranya mendapat perawatan medis di Puskesmas Sindangbarang.
 
"Dua orang meninggal dunia," kata Nandang.
 
Tadinya warga mengira gejala yang mereka alami akibat perubahan cuaca. Namun karena warga yang mengalami gejala serupa terus bertambah, maka mereka dievakuasi ke puskesmas.
 
"Kami baru mendapat informasinya tadi pagi (Sabtu)," terang Nandang.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif