Bupati Bekasi Eka Supriatmaja saat menjawab pertanyaan wartawan Rabu 12 Juni 2019. Medcom.id/Roni Kurniawan (Roni Kurniawan)
Bupati Bekasi Eka Supriatmaja saat menjawab pertanyaan wartawan Rabu 12 Juni 2019. Medcom.id/Roni Kurniawan (Roni Kurniawan) ()

Bupati Bekasi Fokus Selesaikan Tiga Masalah Kebutuhan Dasar Warga

pemerintah daerah
13 Juni 2019 13:01
Bekasi: Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja memastikan bakal menjalankan roda pemerintah Kabupaten Bekasi dengan baik. Sejumlah masalah kebutuhan dasar warga
di antaranya pendidikan, kesehatan, infrastruktur menjadi prioritas bagi dirinya.
 
“Kita akan fokus dalam beberapa hal. Masalah kebutuhan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, tadi juga terkait dengan ketenagakerjaan. Terus untuk selanjutnya ekonomi kreatif, termasuk infrastruktur,” kata Eka.
 
Terkait pendidikan, Eka mengaku bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat agar peserta didik untuk jenjang pendidikan SMA/sederajat dapat digratiskan. Selain itu, akan ada upaya juga untuk membangun dan memperbaiki beberapa gedung sekolah. “Pendidikan, kita rencananya bagaimana agar SMA/sederajat kita upayakan ke depan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (Jawa Barat) untuk bagaimana menggratiskan,” katanya.
 
Eka juga berkomitmen agar pelayanan publik bisa dilakukan secara maksimal, sehingga akan ada dalam pengawasannya langsung. “Pelayanan kepada masyarakat khususnya pelayanan publik juga menjadi prioritas, fokus saya saat ini. Kita ingin semuanya dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat harus maksimal dan saya akan terjun langsung untuk mengontronya,” akunya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eka juga menyatakan apa yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil soal banyaknya warga lokal di Bekasi yang menjadi pengangguran menjadi catatan dan pekerjaan rumah yang sangat penting untuk diselesaikan.
 
Eka mengungkapkan pihaknya akan segera berkordinasi dengan jajaran terkait termasuk Provinsi Jawa Barat untuk membuat kebijakan yang nantinya akan memprioritaskan warga lokal untuk dapat bekerja di Industri Industri yang ada di Kabupaten Bekasi. 
 
Eka menuturkan akan menerapkan aturan yang mewajibkan industri untuk menerima warga lokal sebanyak 30 persen dari kebutuhan tenaga kerjanya. Selain itu untuk mengurangi pengangguran di daerahnya, Pemkab Bekasi akan menggelar berbagai pelatihan kerja.
 
"Ada regulasi juga di kita (Pemkab Bekasi), bahwa ada kewajiban bagi pengusaha terkait dengan izin juga nanti untuk berpartisipasi 30 persen bisa menerima tenaga lokal. Kalau memang (tenaga kerja lokal) belum mampu nanti diharapakan bisa dilatih biar mampu," ujar Eka.
 
Sebelumnya, Ridwan Kamil menyatakan kesedihannya karena banyaknya angka pengangguran di Kabupaten Bekasi, di sisi lain Kabupaten Bekasi merupakan salah satu Kawasan Industri yang terbesar di Asia Tenggara. 
 
"Saya tidak mau dan sedih kalau dengar warga Bekasi sendiri merasa jadi tamu. Yang bekerja banyak dari provinsi lain, kebanyakan warga lokal hanya di level ujung," kata Emil.
 
Emil berkomitmen akan memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di industri-industri yang ada di Bekasi. Syaratnya, Emil akan membuat kebijakan agar setiap industri di Bekasi membuat teaching factory dimana para muridnya merupakan warga lokal. 
 
"Kita bikin kebijakan memprioritaskan warga lokal, itu boleh. Kedua, mewajibkan pabrik pabrik itu bikin sekolah namanya teaching factory. Tapi yang menjadi murid di sana warga lokal, lulus di sana skill-nya meningkat, sesuai kebutuhan, sehingga bisa disalurkan," ujar Emil.
 
Emil resmi melantik Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Kabupaten Bekasi di Gedung Sate, Rabu, 12 Juni 2019. Eka menggantikan posisi Neneng Hasanah Yasin yang terjerat kasus suap mega proyek Meikarta.
 
Pelantikan Eka telah sesuai peraturan dan mendapat Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebelumnya, Eka menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Bekasi dan Plt Bupati Bekasi usai penetapan status tersangka terhadap Neneng.
 
Emil mewanti-wanti tiga hal untuk Eka dalam mengemban amanah. Pertama, Eka tak boleh tergiur tawaran memuluskan proyek yang bertebaran di Kabupaten Bekasi. Dia tidak ingin kasus Neneng terulang. 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif