Logo BPJS Kesehatan, dok: istimewa
Logo BPJS Kesehatan, dok: istimewa (Hendrik Simorangkir)

Cara RS Bertahan selama BPJS Menunggak Tagihan

bpjs kesehatan
Hendrik Simorangkir • 04 Januari 2019 20:21
Tangerang: Tunggakan pembayaran tagihan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat operasional beberapa rumah sakit (RS) di Tangerang, Banten, terganggu. Bahkan, rumah sakit harus meminjam ke bank untuk menutupi kekurangan kas operasional.
 
Direktur RS Sari Asih Ciledug Kota Tangerang, Ni'matullah Mansur mengatakan, pembayaran tagihan BPJS Kesehatan biasanya dilakukan per tiga bulan. Tak tanggung-tanggung, tunggakan BPJS Kesehatan di rumah sakit tersebut bisa mencapai Rp5 miliar per bulan.
 
Artinya, lanjutnya, dalam tiga bulan utang BPJS Kesehatan ke rumah sakit bisa mencapai Rp15 miliar. Karena itu, pihaknya harus mencari dana talangan agar operasional rumah sakit tetap berjalan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kita harus punya modal atau pinjam ke bank guna dana talangan sampai tiga bulan baru kemudian dibayar," ujar Ni'matullah, Jumat, 4 Desember 2018.
 
Pinjaman itu, Ni'matullah menjelaskan, dilakukan untuk membeli obat dan membayar gaji karyawan serta dokter. Jika tidak meminjam, rumah sakit bisa gulung tikar karena tak ada pemasukan. "Setelah itu memang dibayar. Cuma kan nunggunya itu lama," ucapnya.
 
Menurut Ni'matullah, tunggakan BPJS Kesehatan itu secara tidak langsung pasti mengganggu operasional rumah sakit. Pasalnya, rumah sakit harus memutar otak untuk mencari pemasukan, alih-alih fokus mengurus pasien.
 
Meski begitu, pihaknya mau tidak mau tetap bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani masyarakat. Pasalnya, saat ini hampir 90 persen masyarakat Indonesia menggunakan BPJS Kesehatan.
 
Jika tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, lanjutnya, rumah sakit akan bangkrut lantaran tak mendapat pasien. Namun jika kerja sama, BPJS Kesehatan selalu menunggak pembayaran.
 
"Kan sekarang BPJS Kesehatan sudah universal. Kalau kita tak kerja sama dengan BPJS dapat pasien dari mana? Serba salah, rumah sakit dalam posisi yang sulit. Seperti makan buah simalakama," jelasnya.
 
Ia mengakui, adanya BPJS Kesehatan sangat bermanfaat bagi pasien maupun runah sakit. Saat ini, tidak ada lagi istilah pasien tidak mampu atau tidak bisa berobat. 
 
"Tapi yang repot rumah sakitnya harus efisien. Jalan keluarnya iuran BPJS itu harus dinaikkan," paparnya.
 
Sementara itu, Kepala Bagian Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Ade Yudi Firmansyah mengatakan, BPJS Kesehatan memang selalu menunggak dalam membayar tagihan. Meski begitu, tunggakan itu belum sampai memengaruhi operasional RSUD Kabupaten Tangerang.
 
"Memang sih ada selisih tunggakan dari BPJS. Tapi kita bisa menegosiasikan dengan mereka. Pokoknya tidak terlalu besar sih. Kalau dulu kan besar," ujar Ade.
 
Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Tangerang tak bisa dikonfirmasi saat didatangi ke kantornya dan mencoba mengubungi.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi