Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema (tengah) bersama DRP (kiri) yang disangkakan telah mencabuli 34 murid lesnya. Medcom.id/P Aditya Prakasa
Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema (tengah) bersama DRP (kiri) yang disangkakan telah mencabuli 34 murid lesnya. Medcom.id/P Aditya Prakasa (P Aditya Prakasa)

Guru Les Privat Cabuli 34 Murid

kejahatan seks pelecehan seksual
P Aditya Prakasa • 22 Januari 2019 12:21
Bandung: Seorang guru les privat matematika berinisial DRP, 48, ditangkap polisi karena mencabuli 34 orang muridnya. Korban rata-rata masih duduk di bangku SD dan SMP.
 
Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, perbuatan cabul DRP terungkap saat salah seorang orang tua korban melapor kepada polisi, pada Kamis, 15 November 2018.
 
Saat salah seorang ibu korban kejahatan seksual DS, menjual telepon seluler (ponsel) milik anaknya. Namun, dia curiga dengan kartu memori ponsel tersebut dan memasang memori tersebut ke ponsel miliknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia terkejut dan marah saat melihat memori itu berisi video-video amatir perbuatan tak senonoh tersangka DRP terhadap korban. Ibu korban kemudian melapor ke Polrestabes Bandung.
 
Irman menyebutkan, para korban yang masih SD, yaitu CB, MR, DE, MSA, MA, FP, MZ, SRA, SK, SO, SL, FA, CHM, JTH, TN, CSN, GH, dan FAL. Sementara yang masih duduk di bangku SMP adalah, CMY, RF, SRS, N, MA, SN, Y, WMG, AR, DRI, DM, AFR, FH, AGF, dan AC. DRP melakukan perbuatannya itu di tempat les privat miliknya di Jalan Mandala II Nomor 52 RT 11/02, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung.
 
"Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung kemudian melakukan penyelidikan terhadap laporan itu. Kemudian kita langsung menangkap pelaku berinisial DRP belum lama ini di rumahnya," kata Irman di Markas Polrestabes Bandung, Selasa 22 Januari 2019.
 
Hasil pemeriksaan mengungkap pelaku menyuruh korban menonton film porno yang diputar di laptop tersangka. DRP disebut pernah menyodomi enam korban.
 
"Sisanya tindakan cabul biasa. Total semua korban ada 34 anak. Setelah melakukan perbuatan cabul itu, para korban diberi sejumlah uang dari tersangka DRP," ucap Irman.
 
Korban telah diperiksa dan didampingi untuk memulihkan kondisi psikologis. Sementara pelaku sudah menjalani pemeriksaan intensif dan kasusnya segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.
 
"Kami masih mendalami terus kasus ini, termasuk kemungkinan ada korban lain,” kata dia.
 
DRP dijerat Pasal 82 juncto Pasal 30 juncto 76 E UU RI Nomor 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. DRP terancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp5 miliar.
 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi