Ridwan Kamil Sudah Tahu soal Sesar Lembang
Gubernur Jabar Ridwan Kamil berkunjung ke Bekasi, Senin, 15 Oktober 2018, Medcom.id - Antonio
Bekasi: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku sudah tahu soal sesar Lembang yang mengancam keselamatan warga di sepuluh kecamatan di Kota Bandung. Lantaran itu, ia meminta warga mewaspadai ancaman tersebut.

"Itu bukan karena gunung berapi, tapi tanahnya yang bergerak," ungkap pria yang akrab disapa Emil itu saat berkunjung ke Kota Bekasi, Jabar, Senin, 15 Oktober 2018.

Namun Emil meminta warga tidak panik. Dari pada panik, katanya, warga lebih baik mencari tahu cara mengantisipasi bencana. Antisipasi dan kewaspadaan dapat menghindarkan diri dari ancaman keselamatan.


Baca: Sepuluh Kecamatan di Kota Bandung Rawan Ambles

“Yang penting pada saat kejadian harus waspada dan beradaptasi terhadap potensi,” kata Emil.

Sepekan lalu, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan penelitian terkait sesar Lembang. Hasil penelitian menyebutkan 10 kecamatan di Kota Bandung rawan ambles bila sesar tersebut bergeser.

Kepala Sub Bidang 1 Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappelitbang Kota Bandung, Andry Heru Santoso, mengatakan sesar Lembang berpotensi bergeser hingga 29 Kilometer dari barat ke arah Bandung Raya. Lantaran itu, ujar Andry, penelitian dilakukan untuk mengantisipasi dampak pergeseran sesar.

Dampaknya berupa kerusakan bangunan dengan tingkat yang berbeda. Itu bergantung pada kepadatan bangunan dan jenis tanah. "Ada 10 kecamatan di Bandung tanahnya berpotensi besar mengalami likuifaksi tanah," ujar Andry dalam program Bandung Menjawab di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Kamis 11 Oktober 2018.

Saat likuifaksi terjadi, tanah kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat tekanan. Rongga tanah menjadi longgar karena berubah menjadi lumpur. Peristiwa itu berpotensi terjadi pada Kecamatan Bandung Kulon, Bandung Kidul, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Astana Anyar, Regol, Lengkong, Kiaracondong dan Antapani. 

"Tapi, kita tidak pernah tahu kapan akan terjadi," kata Andry.
 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id