Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong, Kota Tangerang Sekatan, Banten, Kamis, 28 Februari 2019. Medcom.id/ Farhan Dwitama.
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Serpong, Kota Tangerang Sekatan, Banten, Kamis, 28 Februari 2019. Medcom.id/ Farhan Dwitama. (Farhan Dwitama)

KPP Serpong Bidik Penerimaan Pajak 2019 hingga Rp5 Triliun

pajak daerah
Farhan Dwitama • 28 Februari 2019 13:13
Tangerang: Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Serpong, Kota Tangerang Selatan, menargetkan penerimaan pajak 2019 hingga sekitar Rp5,083 triliun. Kepala KPP Serpong Arif M Zuhri mengatakan sampai 28 Februari 2019 ini, realisasi penerimaan pajak di KPP Serpong telah mencapai Rp675 miliar  yang berasal dari pajak pribadi dan badan. 
 
"2019 ini target kami tingkatkan menjadi Rp5,083 triliun. Atau naik Rp1,1 triliun, dibanding realisasi penerimaan pajak 2018 kemarin, yang mencapai Rp4,318 triliun," kata Arif M Zuhri saat dikonfirmasi, Kamis, 28 Februari 2019.
 
Arif menjelaskan target peningkatan penerimaan pajak 2019 ini sangat realistis, mengingat adanya kenaikan sejumlah faktor yang turut memengaruhi peningkatan pembayaran pajak pribadi seseorang dan badan usaha di wilayah zona pajak KPP Serpong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meningkat itu karena pertambahan wajib pajak (WP). Karena penghasilan WP bertambah, transaksi badan meningkat, karyawan bertambah, karyawan meningkat gajinya dan ada WP yang pindah dari KPP lain ke KPP Serpong," jelas Arif.
 
Berdasarkan data yang ada, saat ini jumlah WP di KPP Serpong mencapai 129.127 baik pribadi dan badan. Lebih rinci, Arif menerangkan, KPP Serpong menerima pembayaran pajak dari WP yang berdomisili di tiga wilayah Kecamatan, Kecamatan Serpong, Serpong Utara, dan Kecamatan Setu.
 
"Rinciannya WP orang pribadi itu 114.218 WP dan 14.689 WP Badan. Atau rata rata naik setiap tahunnya 1.000 sampai 1.500 WP ke KPP Serpong, tentu ada juga WP yang pindah dari KPP Serpong ke Kantor pajak lain. Seperti 2019 ini ada 26 WP Badan yang pindah ke Kantor Pajak Madya Tangerang, dengan potensi pajak Rp325-an miliar," pungkas Arif.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif