Pengacara Sukmawati Kecewa
Sukmawati Soekarnoputri, MI - Bayu Anggoro
Bandung: Pengacara Sukmawati Soekarnoputri, Teddi Adriansyah, kecewa dengan putusan Majelis Hakim yang menyatakan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus penghinaan Pancasila dengan tersangka Rizie Shihab sah. Sehingga permohonan praperadilan terhadap SP3 itu ditolak.

Teddi mengatakan akan menyampaikan putusan itu kepada Sukmawati sebagai pelapor kasus penghinaan Pancasila. Teddi akan berdiskusi dengan kliennya untuk menanggapi putusan.

"Jadi wajar kami kecewa karena putusan tak sesuai dengan yang kami harapkan," ungkap Teddi usai menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Kota Bandung. Senin, 23 Oktober 2018.


Teddi mengatakan, ahli hukum pidana yang dihadirkan menyatakan penyidik Polda Jawa Barat tidak konsisten. Rizieq Syihab sebelumnya sempat ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penodaan Pancasila yang dilaporkan Sukmawati.

"Penetapan tersangka harus cukup dua alat bukti, tapi tiba-tiba di SP3. Nah itu yang kita pertanyakan dari awal, kenapa bisa SP3," ucap Teddi.

Kasus bermula dari laporan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Jabar. Sukmawati mengatakan Rizieq menyampaikan materi ceramah yang menghina Pancasila sebagai dasar negara. 

Rizieq dilaporkan dengan sangkaan Pasal 154 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Lambang Negara dan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. Penyidik kemudian menetapkan Rizieq sebagai tersangka. 

Lalu pada Februari 2018, Polda Jabar menerbitkan SP3 terhadap kasus tersebut. Alasannya, barang bukti tak memenuhi unsur dan tidak cukup dibawa ke pengadilan.

Tak terima dengan SP3, Sukmawati dan timnya pun mengajukan sidang praperadilan. Menurut Sukmawati, kasus itu harus tetap berlanjut ke pengadilan.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id